Kakak Selebritas Medsos Pakistan Didakwa Membunuh Adiknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dikabarkan bahwa model yang selalu pose dan memamerkan lekuk tubuhnya yang seksi tersebut, Qandeel Baloch dibunuh di rumahnya oleh saudara lakinya sendiri, Waseem dengan cara dicekik saat sedang tidur. instagram.com

    Dikabarkan bahwa model yang selalu pose dan memamerkan lekuk tubuhnya yang seksi tersebut, Qandeel Baloch dibunuh di rumahnya oleh saudara lakinya sendiri, Waseem dengan cara dicekik saat sedang tidur. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Waseem Baloch resmi didakwa atas perkara pembunuhan yang ia lakukan terhadap saudara kandungnya, Qandeel Baloch. Semasa hidupnya, Qandeel Baloch dikenal sebagai selebritas media sosial di Pakistan.

    Dilansir BBC, penyidik kepolisian, Atiya Fajri, mengatakan Waseem Baloch didakwa bersama tiga orang lainnya.

    Ketika Waseem ditangkap kepolisian pada Juli lalu, ia terang-terangan mengaku kepada polisi bahwa ia mencekik adiknya, Qandeel, 26 tahun, karena dianggap menjadi aib keluarga.

    Qandeel di Pakistan dikenal dengan postingannya yang terkesan berani, dengan gambar unggahan dirinya yang tampil seronok. Dalam beberapa unggahan fotonya, dia juga memberikan opini di pemerintahan konservatif Pakistan yang menggambarkan ketakutan dalam mengekspresikan kehidupan.

    Waseem Baloch dan sepupunya, Haq Nawaz, didakwa sebagai pelaku pembunuhan. Sedangkan dua orang lainnya, termasuk seorang sopir taksi, telah didakwa karena melakukan konspirasi untuk membunuh dan memfasilitasi pelaku dalam melakukan aksinya.

    Fajri menambahkan, kakak ipar Nawaz, Zafar Zain Khosa, diduga ikut terlibat melarikan diri ke luar negeri, saat ini polisi sedang memburunya. Meski telah didakwa, para pelaku tetap membantah tuduhan kepada mereka.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.