PBB Kirim Tim Pencari Fakta ke Jenin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York:Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin secara bulat menyepakati rancangan resolusi yang mendukung pembentukan tim pencari fakta untuk melihat aksi tentara Israel di kamp pengungsi Palestina di kota Tepi Barat, Jenin. Kendati begitu, resolusi bernomor 1405 itu tidak menggambarkan misi tim itu sebagai upaya penyelidikan. Resolusi itu juga tak menyebut secara jelas keterlibatan Israel. Sebelumnya, seperti diberitakan AFP dalam persidangan itu, negara-negara Arab meminta agar TPF melakukan penyelidikan atas operasi militer Israel di Jenin, yang menyebabkan sejumlah bangunan hancur dan setidaknya menewaskan 500 orang. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak dan perempuan. Hal itu disanggah Wakil Dubes Israel untuk PBB Aaron Jacob. "Tidak ada pembantaian di Jenin. Yang ada pertempuran seru antara pasukan Israel dan warga Palestina," katanya. Misi ke Jenin itu dicapai setelah Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan bahwa pemerintah Israel bersedia bekerja sama dengan PBB dalam memberikan informasi tentang apa yang terjadi di Jenin. "Israel tidak menyembunyikan apa pun dalam operasi di Jenin," ujar Peres kepada Annan. Tim yang akan dibentuk Sekjen PBB Kofi Annan itu tidak akan bekerja di bawah mandat Dewan Keamanan. Sementara itu, juru bicara Sekjen PBB Fred Eckhard mengungkapkan, Peres juga telah mengontak Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell untuk membahas pengiriman tim pencari fakta ke kamp Jenin. Resolusi yang didukung AS dan disahkan bulat oleh 15 anggotanya itu juga menegaskan bahwa Dewan sangat prihatin atas "situasi kemanusiaan yang mengerikan". Dewan menekankan perlunya membuka akses bagi organisasi-organisasi medis dan kemanusiaan, termasuk Palang Merah Internasional dan Badan Bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Resolusi itu juga menekankan perlunya semua pihak yang terkait untuk menjamin keselamatan warga sipil dan menghargai norma-norma hukum kemanusiaan internasional yang disetujui masyarakat dunia. Pembantu utama Presiden Palestina Yasser Arafat, Nabil Abu Rudeina, mengemukakan bahwa Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB mengirim pasukan internasional ke daerah-daerah yang diduduki tanpa ditunda lagi dan melakukan misi penyelidikan atas "kejahatan perang Israel" di Jenin. "Kami mengimbau Dewan Keamanan menyetujui tanpa ditunda," kata Abu Rudeina kepada AFP. (AFP/BBC/Sri W/Andree P-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.