Thailand Buka Penyelidikan Baru Atas Penjualan Shin Corp

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bangkok:Otoritas Thailand hari ini membuka pemeriksaan baru atas penjualan saham raksasa telekomunikasi Shin Corp ke holding Temasek Singapura. Langkah ini bisa berimplikasi politik menghapus kesepakatan itu dan mencoreng lagi Perdana Menteri Thaksin ShinawatraIni adalah investigasi terbaru atas keputusan keluarga Thaksin menjual 49 saham senilai US 1,9 miliar dollar (sekitar Rp. 17,4 triliun) pada Januari silam. Kesepakatan penjualan itu memantik demonstrasi di jalanan berbulan-bulan karena mengandung korupsi yang merugikan negara. Akibatnya terjadi kekacauan politik yang berujung pembatalan pemilu yang dipercepat pada April lalu. Thaksin pun sempat mundur.Sebuah tim investigator dari kementrian keuangan Rabu (23/8) mulai menelusuri pemeriksaan awal. Yakni temuan bahwa sebuah perusahaan Thailand yang bernama Kularb Kae telah dibentuk oleh sekelompok investor Thailand secara ilegal membeli dan mengontrol saham-saham Shin Corp yang separuhnya dimiliki Temasek."Kita butuh sekitar dua bulan sebelum memutuskan kesepakatan Shin Corp itu dibatalkan atau tidak," kata Wakil Sekretaris Permanen untuk Keuangan Yanyong Phuangrach. Jika terdapat kejanggalan, kasus ini bakal dibawa ke polisi dan disidangkan di pengadilan. AFP/dwi arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.