Kelompok Bersenjata Serang Konvoi Presiden Duterte

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rodrigo Duterte. REUTERS

    Rodrigo Duterte. REUTERS

    TEMPO.CO, Manila- Sebanyak tujuh pengawal Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan dua lagi tentara terluka dalam serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris ketika kunjungannya ke selatan negara ini.

    Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla, menjelaskan, bom ditargetkan ke arah konvoi tentara di Kota Marawi. Tidak ada warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan itu.

    Kunjungan presiden Duterte terjadi beberapa hari setelah militer melancarkan operasi melawan puluhan anggota bersenjata kelompok Maute di kota Butig, Pulau Mindanao.

    Baca:
    Kuba Berkabung, Dilarang Jual Minuman Beralkohol 9 Hari
    Presiden Duterte Ancam Aktivis HAM yang Mengkritiknya

    "Pengawal saya disergap beberapa waktu lalu. Tim Pengamanan Presiden dihajar oleh IED (alat peledak improvisasi), " kata Duterte dalam pidato selama kunjungan ke sebuah kamp militer Filipina utara.

    Serangan itu terjadi pada Selasa pagi, 29 November 2016 saat konvoi tersebut tengah dalam perjalanan menuju ke Marawi City, ibukota Lanao Del Sur, dalam persiapan untuk kunjungan Presiden Rodrigo Duterte.

    Kunjungan yang dijadwalkan akan berlangsung pad Rabu, 30 November 2016 tersebut terpaksa ditunda menyusul serangan itu dan akan dilaksanakan menunggu kepastian keamanan dan militer.

    Akhir-akhir ini militan Maute yang dilaporkan telah berafiliasi dengan ISIS kerap melakukan aksi teror bom di beberapa kawasan di Filipina, termasuk di ibukota Manila.

    Pada Senin, 28 November,  polisi Filipina menemukan bom rakitan di tempat sampah dekat kedutaan besar AS di Manila. Menurut Kepala Polisi Filipina, Ronald dela Rosa, kelompok Maute mungkin berada dibalik serangan itu.

    Sebelumnya militer Filipina melancarkan serangan terhadap anggota Maute di sebuah pedesaan yang dihuni mayoritas Muslim yang berjarak sekitar 800 km dari Manila. Menurut militer, sekitar 35 gerilyawan tewas dalam operasi itu.

    Maute juga terkait dengan pengeboman di Davao pada bulan September tahun ini. Serangan itu menghilangkan 15 nyawa dengan puluhan lainnya terluka.
    PHIL STAR|RUSSIA TIMES|INDIA EXPRESS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.