Raja Baru Thailand Segera Dinobatkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Thailand, Maha Vajiralongkorn. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Putra Mahkota Thailand, Maha Vajiralongkorn. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok – Putra Mahkota Kerajaan Thailand Maha Vajiralongkorn akan memenuhi undangan parlemen sebelum dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahnya, Raja Bhumibol. Putra Mahkota ini kembali dari Jerman pada Kamis, 1 Desember 2016. Kedatangan sang pangeran sudah ditunggu-tunggu untuk segera mengisi kekosongan jabatan raja Thailand.

    “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Yang Mulia tiba dengan selamat pagi ini,” kata seorang pejabat militer senior yang meminta agar tidak disebutkan namanya.

    Pangeran Maha Vajiralongkorn dijadwalkan bertemu dengan Ketua Parlemen, Pornpetch Wichitcholchai, pada Kamis malam. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dan Prem Tinsulanonda, bekas kepala dewan penasihat kerajaan yang kini menjabat pemangku raja, juga akan hadir dalam pertemuan itu.

    Meski menjadi raja Thailand sekaligus menjabat kepala negara, pangeran yang akan dinobatkan dengan nama Raja Rama X, atau raja ke-10 dari Chakri Dynasty 234 tahun, itu harus secara resmi menerima undangan dari parlemen sebelum dia diproklamasikan sebagai raja. Pengumuman resmi dari keluarga kerajaan diharapkan segera menyusul sesuai dengan protokol istana.

    Sejak Raja Bhumibol wafat, posisi orang nomor satu di kerajaan masih kosong. Pangeran Maha Vajiralongkorn selaku pewaris tahta meminta agar pengisian jabatan raja ditunda karena masih dalam suasana duka.

    Raja Bhumibol, yang merupakan penguasa monarki terlama di dunia, meninggal pada usia 88 tahun. Dia berperan penting menghidupkan kembali pamor monarki konstitusional. Raja Bhumibol dinilai sebagai sosok pemersatu dan berperan penting menstabilkan kondisi politik yang kerap memanas di Negeri Gajah Putih.

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.