Pesawat Chapecoense Jatuh Diduga karena Kehabisan Bahan Bakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pesawat Avro RJ85 setelah jatuh di Kolombia. Dikabarkan sedikitnya 76 penumpang tewas dalam kecelakaan ini. Twitter.com

    Kondisi pesawat Avro RJ85 setelah jatuh di Kolombia. Dikabarkan sedikitnya 76 penumpang tewas dalam kecelakaan ini. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bogota - Dua orang sumber dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Lamia penerbangan 2933 mengaku mendengar suara pilot dalam rekaman audio percakapan antara awak pesawat dan pihak pengontrol lalu lintas udara.

    “Pesawat dalam kegagalan listrik total dan tanpa bahan bakar,” kata mereka berdasarkan rekaman tersebut, seperti dilansir CNN, Rabu, 30 November 2016.

    Kecelakaan pesawat tersebut menewaskan 71 orang selama penerbangan charter menuju Medellin. Sebagian besar anggota tim Brasil, Chapecoense, tewas dalam perjalanan ke final Copa Sudamericana. Adapun penumpang yang selamat dalam kecelakaan itu terdiri atas 3 pemain tim Chapecoense, 2 awak pesawat, dan 1 wartawan.

    Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia Alfredo Bocanegra mengatakan belum mengesampingkan kemungkinan pesawat jatuh karena kehabisan bahan bakar. Namun, ucap dia, penyelidikan awal memang menunjukkan pesawat jatuh lantaran gangguan listrik. Ia menuturkan penyidik harus memastikan, mengapa pesawat tidak memiliki cukup bahan bakar. “Karena itu hanya 5 mil jauhnya dari bandara,” ujarnya.

    Bocanegra menolak memberikan komentar lebih lanjut tentang rincian teknis. Namun foto yang dirilis Otoritas Penerbangan Sipil menunjukkan puing-puing dari empat mesin Avro RJ85 berserakan di bukit.

    Menurut penyelidik keselamatan udara, Grant Brophy, kehabisan bahan bakar adalah sangat langka dalam penerbangan komersial. Sebab, ada banyak pengecekan untuk memastikan pesawat memiliki cukup bahan bakar. Ia mengingatkan agar tidak terlalu banyak menyimpulkan dari rekaman dan foto di tempat kejadian.

    Seedangkan kotak hitam dari pesawat yang jatuh telah ditemukan pada Selasa pagi lalu waktu setempat. Ia mengatakan penyidik akan merekonstruksi jam terakhir penerbangan menggunakan data yang dikumpulkan dari data penerbangan dan perekam suara serta pemeliharaan dan pengolah catatan.

    Baca:
    Kejaksaan Agung Menyatakan Berkas Perkara Ahok P-21
    Tak Berangkat, Kiper Senior Chapecoense Selamat dari Tragedi
    Jaksa Tak Jerat Ahok dengan UU ITE, Ini Alasannya

    CNN | DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.