Jadi Presiden, Trump Umumkan Tinggalkan Kerajaan Bisnisnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih AS, Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Trump Tower, Manhattan, New York, AS, 17 November 2016. REUTERS

    Presiden terpilih AS, Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Trump Tower, Manhattan, New York, AS, 17 November 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, membuat pengumuman mengejutkan. Trump menegaskan akan meninggalkan dunia bisnis secara total untuk fokus pada tugasnya sebagai presiden.

    Sebelumnya, ia menolak kritik mengenai potensi konflik antara bisnis dan tugasnya sebagai presiden.

    Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Twitter resmi miliknya dengan menyebutkan bahwa dirinya akan memperluas rencananya saat konferensi pers dengan anak-anaknya pada bulan depan.

    "Saya akan mengadakan konferensi pers besar di New York City dengan anak-anak saya pada 15 Desember untuk membahas fakta bahwa saya akan meninggalkan bisnis besar dalam rangka fokus sepenuhnya menjalankan pemerintahan guna membuat Amerika besar lagi," ujarnya.

    Pengumuman ini datang setelah dia mendapat beberapa peringatan dari pejabat tentang potensi konflik kepentingan. Sebelumnya, ia dikritik karena enggan melepas kepengurusan kerajaan bisnisnya yang dianggap bisa menyebabkan kegagalan menjalani tugas memimpin Amerika.

    Trump tidak memberikan detail lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi dengan Trump Organization meskipun ada keyakinan akan diturunkan kepada anak-anaknya dalam pengaturan yang mungkin masih menuai kritik.

    Kekayaan Trump diperkirakan bernilai US$ 3,7 miliar dan aset utamanya, termasuk Trump Tower di Manhattan dan Mar-A-Lago di Palm Beach, Florida.

    BBC|INDEPENDENT|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.