Ini Penyebab Jatuhnya Pesawat Angkut Klub Sepak Bola Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pesawat Avro RJ85 setelah jatuh di Kolombia. Dikabarkan sedikitnya 76 penumpang tewas dalam kecelakaan ini. Twitter.com

    Kondisi pesawat Avro RJ85 setelah jatuh di Kolombia. Dikabarkan sedikitnya 76 penumpang tewas dalam kecelakaan ini. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bogota - Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia menyatakan pesawat yang membawa para pemain tim sepak bola dari Brasil, The Chapecoense, jatuh karena kesalahan teknis listrik.

    Pesawat yang lepas landas dari Bolivia pada Senin, 28 November 2016, sekitar pukul 22.00 waktu setempat itu jatuh di wilayah pegunungan Antioquian yang berjarak sekitar 22 mil dari Bandara Internasional José María Córdova di Medellin, Kolombia.

    Dilansir laman BBC, Rabu, 30 November 2016, terdapat enam orang yang dinyatakan selamat dalam insiden tersebut. Pesawat yang membawa total 72 penumpang dan sembilan awak itu hilang kontak dengan otoritas udara Medellin sekitar pukul 22.15 waktu setempat. Pilotnya diketahui sempat melaporkan kesalahan teknis tersebut ke pihak bandara.

    Asosiasi pun memastikan beberapa yang selamat adalah anggota Chapecoense. Dari informasi yang terkumpul sementara, mereka yang selamat adalah Alan Ruschel dan Helio Neto, yang bermain sebagai bek, dan kiper cadangan Jackson Follman.

    Dikutip dari BBC, terdapat pemain bernama Marcos Padilha di posisi kiper yang masih hidup saat ditemukan di antara puing British Aerospace 146 milik maskapai Bolivia Lamia itu. Namun Padilha dinyatakan meninggal di rumah sakit.

    Klub yang mulai dibentuk pada 1973 itu rencananya akan melakoni pertandingan final melawan tim asal Medellin, Atletico Nacional, dalam ajang Copa Sudamericana, yang diikuti klub-klub sepak bola Amerika Selatan.

    BBC | GUARDIAN | YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.