Kongo Membara, 14 Duta Besar Terjebak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kinshasa: Tembakan artileri yang mengguyur kediaman Wakil Presiden Republik Demokrasi Kongo Jean-Pierre Bemba, Senin lalu, mencederai proses transisi menuju demokrasi, yang sedang dibangun di kawasan itu. Sebanyak 14 duta besar negara asing terjebak dalam hujan mortir itu. "Tembakan senjata berat, ada kemungkinan meriam, peluncur roket, dan senjata mesin berat lainnya," kata sumber diplomat asing, yang ikut terjebak dalam serbuan itu, kepada kantor berita AFP kemarin. "Helikopter pribadi Bemba hancur dan semua duta besar berlindung di ruang bawah tanah." Menurut juru bicara PBB, Jean-Tobias Okala, Kepala Misi Perdamaian PBB di Kongo (MONUC), William Swing, satu di antara rombongan duta besar yang terjebak. "Mereka semua dapat dikeluarkan dari situ (rumah Bemba) dan langsung dibawa ke markas PBB," ujarnya. "Semuanya selamat." Ke-14 duta besar itu tergabung dalam CIAT atau komite internasional yang mendampingi transisi Kongo menuju demokrasi. Lima di antaranya merupakan wakil dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Cina, Inggris, Prancis, dan Rusia. Sumber di pasukan perdamaian PBB mengatakan hujan mortir itu berasal dari tentara yang loyal kepada Presiden Kongo Joseph Kabila. Tapi Menteri Informasi Kongo Henri Mova Sakanyi, yang dekat dengan Kabila, menuding pendukung Bembalah yang menyulut gempuran itu.Kediaman Wakil Presiden Kongo itu menjadi sasaran tembak setelah terjadi kontak senjata antara pendukung Kabila dan Bemba selama sepuluh menit di sekitar rumah itu. Pertempuran juga terjadi Ahad malam lalu di tempat tinggal Bemba lainnya dan markas besar partai yang mengusungnya. Negara yang terletak di Afrika Tengah itu kembali membara setelah Kabila gagal memenangi suara mayoritas dalam pemilu presiden 30 Juli lalu--pertama kali digelar selama 45 tahun terakhir. Padahal Kongo mulai merasakan indahnya hidup damai sejak perang sipil mengoyak pada 1961.AFP | AP | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?