Bom Tewaskan 13 Orang di Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, General Santos, Filipina:Sebuah bom menguncangkan kota General Santos, Filipina, dan menewaskan sedikitnya 13 orang, pada Minggu (21/4). Polisi menduga bom ini terkait dengan vonis kepada Fathur Rohman Al-Ghozy. Komandan Kepolisian Wilayah General Santos, Chief Superintendent, Bartolome Baluyot, mengatakan ledakan juga mencederai 41 orang lainnya. “Sembilan belas korban luka berada dalam kondisi serius,” kata kepada AFP. Ia mengatakan ledakan terjadi pukul 15.05 waktu setempat di sebuah pusat pertokoan yang sibuk di kota pelabuhan ini. “Bom mematikan itu disembunyikan di becak bermotor di depan Fitmark Department Store,” kata Baluyot. “Ledakannya sangat hebat karena bensin dalam tangki sepeda motor itu menambah daya ledak dan semua bagian motor itu beterbangan mengenai orang-orang," Ia mengatakan sebelum ada ledakan, beredar SMS yang menyatakan sebanyak 18 bom diletakkan di General Santos. Ia juga mengatakan beberapa menit setelah ledakan, seseorang melemparkan bom dari dalam mobil yang tengah melaju. Tapi bom kedua ini jatuh di seberang jembatan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Baluyot mengatakan ada tiga kelompok yang dicurigai berada di belakang aksi peledakan ini. Mungkin bom ini diledakkan oleh kelompok yang sudah lama diamati aparat keamanan dan menamakan diri Tentara Kebangsaan Pribumi (The Indigenous People's Federal Army). “Kami telah menerima laporan intelejen dan ancaman serangan dari kelompok yang menamakan dirinya the Federal Army," katanya. Kelompok ini beberapa kali memberi ancaman akan meledakkan bom meski kemudian terbukti hanya gertak sambal. Mereka meminta Filipina menciptakan negara federal berdasarkan kelompok muslim, kelompok etnik, dan warga Kristen. Selain Federal Army, Baluyot mengatakan bahwa ledakan itu juga bisa terkait dengan ahli bom Indonesia yang masuk dalam jaringan Al Qaidah pimpinan Osama bin Laden. "Kami juga mencari kemungkinan bahwa ledakan itu terkait dengan (Fathur Rohman) al-Ghozi," katanya. Kelompok lain adalah Abu Muslim, yang dicurigai berada di belakang pembakaran dua pusat pertokoan di General Santos awal tahun ini. Abu Muslim diduga memeras uang dari para pemilik pertokoan tersebut. (AFP/Wahyu Dhyatmika)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.