Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Parlemen Belanda Mulai Bahas UU Larangan Burqa

Editor

Raihul Fadjri

image-gnews
Pendemo membawa poster bergambar Kanselir Angela Merkel dengan telinga babi di sebelah foto wanita mengenakan burqa saat demo PEGIDA di Dresden, Jerman, 5 Oktober 2015. Organisasi ini pernah mengumpulkan massa hingga 25,000 orang dalam demonya. AP/Jens Meyer
Pendemo membawa poster bergambar Kanselir Angela Merkel dengan telinga babi di sebelah foto wanita mengenakan burqa saat demo PEGIDA di Dresden, Jerman, 5 Oktober 2015. Organisasi ini pernah mengumpulkan massa hingga 25,000 orang dalam demonya. AP/Jens Meyer
Iklan

TEMPO.CO, Amsterdam - Anggota parlemen Belanda tengah membahas larangan terhadap pengenaan burqa dan niqab oleh wanita Islam. Larangan tersebut berlaku pada fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan angkutan umum.

Tidak banyak wanita muslim di Belanda mengenakan pakaian tradisional Timur Tengah yang menutupi seluruh tubuh itu, tapi pemerintah tetap akan melarang pakaian itu sebagaimana yang juga dilarang di Prancis dan Belgia.

Menteri Luar Belanda, Ronald Plasterk, mengatakan usulan itu tidak sampai melarang sepenuhnya pemakaian itu seperti di negara lain. “Di negara bebas seperti Belanda, penduduk diperbolehkan tampil di depan umum dengan wajah tertutup, tetapi dalam gedung pemerintah, rumah sakit dan sekolah, mereka harus melepaskannya,” ujar Plasterk, Jumat, 25 November 2016.

Belum ada kepastian waktu pemungutan suara oleh anggota parlemen untuk memutuskan isu itu. Jika rancangan undang-undang itu disahkan oleh parlemen, maka harus disetujui oleh Senat sebelum menjadi undang-undang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anggota legislatif independen, Jacques Monasch, mendukung pengesahan RUU itu. “Burqa sebagai simbol penindasan perempuan,” ujarnya berkilah. Menurut dia, pelarangan itu sebenarnya tidak berhubungan dengan agama tertentu.

Gagasan melarang mengenakan burqa ini menjadi ironi, karena Belanda berada di peringkat tinggi dalam pendidikan, kesehatan, dan kebebasan pribadi, temasuk kebebasan beragama. Tapi belakangan, menguat gerakan politik kanan yang salah satunya mendeklarasikan anti imigran, termasuk imigran muslim yang mengenakan pakaian tradisional Arab.

FOX NEWS | YON DEMA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ada Ancaman Teror, Konser Band Allah-Lass di Rotterdam Dibatalkan

24 Agustus 2017

Allah-Las. apmcdn.org
Ada Ancaman Teror, Konser Band Allah-Lass di Rotterdam Dibatalkan

Konser band rock Allah-Lass di Rotterdam, Belanda batal setelah ada laporan ancaman teror dari kepolisian Spanyol


Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Stasiun Amsterdam, Dua Orang Kritis

11 Juni 2017

Ilustrasi. wikipedia.org
Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Stasiun Amsterdam, Dua Orang Kritis

Sebuah mobil menabrak delapan pejalan kaki di siatsiun kereta utama Amsterdam, Belanda


Raja Belanda 21 Tahun Kopilot Pesawat, Penumpang Tak Pernah Kenal

18 Mei 2017

Pangeran pewaris tahta Belanda Willem-Alexander (kanan), istrinya Putri Maxima dan Ratu Beatrix (tengah) tiba di acara gala makan malam yang diadakan malam sebelum upacara turun tahta Ratu dan inaugurasi penggantinya, Raja Willem-Alexander, di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, Senin (29/4). REUTERS/Robin Utrecht/Pool
Raja Belanda 21 Tahun Kopilot Pesawat, Penumpang Tak Pernah Kenal

Raja Belanda, Willem-Alexander ternyata sudah 21 tahun menjadi kopilot pesawat komersial, serunya penumpang pesawat tak mengenalinya.


Partai Anti-Islam Belanda Ingin Berkoalisi dengan Pemenang Pemilu

17 Maret 2017

Geert Wilders. REUTERS/Jerry Lampen
Partai Anti-Islam Belanda Ingin Berkoalisi dengan Pemenang Pemilu

Politisi anti-Muslim sekaligus pemimpin Partai Kebebasan Belanda, Geert Wilders siap masuk pemerintahan baru yang dipimpin Mark Rutte.


Buntut Perseteruan, Turki Kembalikan 40 Sapi ke Belanda

16 Maret 2017

Ilustrasi sapi perah. ANTARA/Jefri Aries
Buntut Perseteruan, Turki Kembalikan 40 Sapi ke Belanda

Ketua Asosiasi Produsen-Produsen Daging Merah Turki, Bulent Tunc mengatakan bahwa pihaknya siap mengirim kembali sekitar 40 ekor sapi ke Belanda.


Menang Pemilu, Rutte Berkoalisi Susun Pemerintahan Baru Belanda

16 Maret 2017

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dari partai VVD melambaikan tangan setelah memberikan suara dalam pemilihan umum di Den Haag, Belanda, 15 Maret 2017. Hasil pemilu Belanda dipandang sebagai barometer bagi masa depan populisme di Eropa. REUTERS/Michael Kooren
Menang Pemilu, Rutte Berkoalisi Susun Pemerintahan Baru Belanda

Mark Rutte, pemenang pemilu Belanda, diperkirakan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan D66 dalam membentuk pemerintahan.


Di Kampung Halaman, Pemimpin Anti-Islam Belanda Ini Tak Disukai

16 Maret 2017

Desa Venlo. DW.com
Di Kampung Halaman, Pemimpin Anti-Islam Belanda Ini Tak Disukai

Warga Venlo berharap pemimpin anti-Islam Belanda, Geert Wilders, tak terpilih menjadi perdana menteri.


Geert Wilder Akui Kalah dan Ucapkan Selamat ke PM Rutte

16 Maret 2017

Geert Wilders. reddit.com
Geert Wilder Akui Kalah dan Ucapkan Selamat ke PM Rutte

Wilders menjanjikan akan menjadi oposisi yang tegas dan kritis jika partainya tidak diajak berkoalisi.


Wilders Kalah di Pemilu, Rutte: Stop untuk Populisme yang Salah

16 Maret 2017

Politisi Belanda, Geert Wilders dan PM Belanda Mark Rutte saat mengikuti debat
Wilders Kalah di Pemilu, Rutte: Stop untuk Populisme yang Salah

Perdana Menteri Mark Rutte menegaskan Belanda ingin tetap sebagai negara yang aman, stabil dan makmur.


Unggul atas Wilders, Partai Mark Rutte Menang di Pemilu Belanda

16 Maret 2017

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dari partai VVD melambaikan tangan setelah memberikan suara dalam pemilihan umum di Den Haag, Belanda, 15 Maret 2017. Hasil pemilu Belanda dipandang sebagai barometer bagi masa depan populisme di Eropa. REUTERS/Michael Kooren
Unggul atas Wilders, Partai Mark Rutte Menang di Pemilu Belanda

Partai Mark Rutte menang dengan 31 kursi, unggul atas partai pimpinan Geert Wilders yang dapat 19 kursi.