Israel Kebakaran, Yunani dan Kroasia Bantu Padamkan Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Barack Obama bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 9 November 2015. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Amerika Serikat, Barack Obama bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 9 November 2015. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Yerusalem - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel meminta bantuan pesawat dari Yunani dan Kroasia, Rabu, 23 November 2016, untuk memadamkan kebakaran hutan yang sudah berlangsung dua hari.

    Kerendahan curah hujan dan kelembapan udara ditambah angin kencang memperparah kebakaran hutan di Israel tengah dan utara itu. Sejumlah rumah rusak dan hancur, tapi tak ada laporan tentang korban jiwa atau terluka.

    Baca: Israel Kebakaran, Netizen: Lihatlah Murka Tuhan

    Prakiraan cuaca setempat menyatakan angin kuat dan kering akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Hujan juga diyakini belum akan turun.

    Kantor Perdana Menteri mengatakan PM Yunani Alexis Tsipras dan PM Kroasia Andrej Plenkovic merespons langsung permintaan Netanyahu dengan berjanji akan mengirim pesawat pemadam api secepat mungkin.

    Baca: Israel Kebakaran, Jalan dari Yerussalem ke Tel Aviv Ditutup

    Kebakaran besar sempat melanda Israel utara pada 2010. Kondisi cuaca saat itu cukup mirip dengan insiden kali ini. Kebakaran berlangsung selama beberapa hari dan menewaskan 42 orang.

    Kejadian itu mendesak pemerintah memperbaiki lembaga pemadam kebakaran serta membentuk pasukan pemadam udara. Meski demikian, polisi belum mengumumkan adanya unsur kesengajaan, yang dianggap mungkin menjadi penyebab bencana tersebut.

    ANTARA

    Baca Juga
    Israel Dilanda Kebakaran Hebat, 4 Warga Palestina Ditangkap
    Anneke Dihamili Pria yang Mengaku Bujangan, tapi Rupanya...



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.