Ulama Turki: Muslim Dunia Abaikan Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan massa ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa solidaritas di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, 24 November 2016. Aksi damai ini mengutuk keras penyerangan dan pembantaian yang dilakukan junta Militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya. TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan massa ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa solidaritas di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, 24 November 2016. Aksi damai ini mengutuk keras penyerangan dan pembantaian yang dilakukan junta Militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COAnkara - Ulama terkemuka Turki mendesak umat Islam memandang serius penderitaan etnis Islam Rohingya di Myanmar seperti juga di tempat-tempat lain dunia, termasuk di Suriah.

    Kepala Direktorat Urusan Agama Turki Prof Dr Mehmet Gormez mengatakan Myanmar sedang meningkatkan tekanannya terhadap muslim di negara itu saat umat Islam sedunia tak peduli. “Kesengsaraan umat Islam di Myanmar kurang diberi perhatian karena umat Islam hanya berfokus pada perang yang terjadi di Suriah,” kata Mehmet.

    Baca:
    Misteri Viagra di Kantor Presiden yang Bikin Resah Terungkap
    Setelah 54 Tahun, Tokyo Kembali Dilanda Salju pada November
    Dubes Korut An: Dukun Minta Presiden Park Putuskan Kontak

    Mehmet mengungkapkan hal itu saat mengadakan pertemuan dengan Ketua Uni Rohingya Arakan (Rakhine) Dr Wakar Uddin di Ankara, awal pekan ini. "Mereka tidak pedulikan etnis Islam Rohingya Myanmar, khususnya di negara bagian Rakhine. Penderitaan yang dihadapi lebih besar," ujar Mehmet.

    Menurut dia, menjadi kewajiban umat Islam di seluruh dunia untuk menghentikan penindasan terhadap etnis Rohingya dan mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menangani masalah itu sebagai agenda utama. “Departemen Urusan Agama dan Yayasan Agama Turki akan berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu umat Islam di Myanmar,” tutur Mehmet.

    Penduduk Rohingya mengklaim beberapa wanita dari Kampung Kyar Ngarai Taung dan Kampung Myaw Taung diperkosa tentara Myanmar ketika sekitar 25 pria dari permukiman itu ditahan dalam insiden yang berlangsung pada Minggu, 20 November 2016.

    Menurut penduduk, kejahatan itu dilakukan 200 tentara Myanmar saat memasuki Kampung Kyar Ngarai Taung pada 20 November. Kekerasan yang telah berlangsung sejak pekan lalu tersebut menyebabkan sekitar 57 muslim dan 31 buddhis tewas. Selain itu, sekitar 100 ribu orang mengungsi di kamp dan sekitar 2.500 rumah dihancurkan. Sebagian besar rumah itu milik penduduk etnis Rohingya.

    ANADOLU AGENCY | BERNAMA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.