Misteri Viagra di Kantor Presiden yang Bikin Resah Terungkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Seoul - Spekulasi mengenai pil biru yang ditemukan di dalam kantor kepresidenan Korea Selatan yang telah mengundang hiruk pikuk di dunia maya belakangan ini akhirnya terpecahkan.

    Seperti yang dilansir Washinton Post pada 23 November 2016, berdasarkan konfirmasi dari Gedung Biru pada Rabu, pil biru itu adalah viagra generik yang dibeli untuk obat pereda kecemasan pegawai kantor saat di ketinggian (altitude sickness) dalam pesawat.

    "Obat itu dibeli untuk mengantisipasi phobia ketinggian pada staf presiden Park Geun-hye saat mengunjungi Etiopia, Uganda, dan Kenya yang berjarak ribuan meter di atas permukaan laut, Mei lalu," kata juru bicara Gedung Biru, Jung Youn-kuk.

    Baca Pula

    Semua Orang Tahu Asmara Tukul-Meggie, tapi Kenapa Bungkam?

    Bikin Teduh, Pesan Sang Mama kepada Ahok Sebelum Dicecar Polisi

    Namun, menurut Jung, obat tersebut tidak digunakan sama sekali sejak dibeli pada Desember 2015. Dokter di Korea Selatan kadang-kadang kerap meresepkan obat Viagra untuk pendaki karena diyakini efektif mencegah penyakit ketinggian.

    Konfirmasi itu muncul untuk meredakan hiruk-pikuk di dunia maya terkait penemuan sekitar 360 pil biru yang diungkit anggota parlemen oposisi. Mencuatnya isu viagra itu kian memperparah kondisi Presiden Park Geun-hye yang dikaitkan dengan skandal yang mengguncang Negeri Gingseng akhir-akhir ini.

    Akibat skandal yang menyebutkan bahwa Park telah dipengaruhi sahabat dekatnya, Choi Soon-sil, demi kepentingan pribadi telah menyeretnya dihadapkan pada pemakzulan oleh partai oposisi dan bahkan beberapa anggota partai pendukungnya Saenuri.

    Simak Juga

    Aa Gatot Serang Balik Gadis Padepokan, Mau Ungkap Bukti Ini
    Rizieq FPI Saksi Ahli Kasus Ahok, Bukti Apa yang Dibeberkan?

    Park dituduh membiarkan Choi Soon-sil mengakses dokumen rahasia negara dan memanipulasi urusan pemerintahan serta diduga mengumpulkan kekayaan terlarang dari sjeumlah perusahaan besar.

    Park juga menghadapi berbagai tekanan terutama dari rakyatnya yang terus mendesaknya agar mengundurkan diri, namun ia menolaknya sembari menunggu proses hukum yang tengah berjalan.

    WASHINGTON POST | YON DEMA

    Baca Pula
    Ahok Bereaksi Soal Dana untuk Bamus Betawi, Katanya...

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.