FBI Bebaskan Brad Pitt dari Tuduhan Aniaya Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brad Pitt dan Angelina Jolie saat menghadiri premiere

    Brad Pitt dan Angelina Jolie saat menghadiri premiere "The Curious Case of Benjamin Button" di Berlin, 19 Januari 2009. Pitt dan Jolie bertemu ketika mereka membintangi film Mr & Mrs. Smith pada tahun 2003. REUTERS/Hannibal Hanschke/File Photo

    TEMPO.CO, Los Angeles - Badan intelijen federal Amerika Serikat (FBI) memastikan aktor Brad Pitt tidak akan didakwa atas laporan dugaan penganiayan terhadap salah satu anaknya. Kesimpulan itu diambil setelah polisi menyelesaikan penyelidikan terkait laporan tersebut.

    Pemenang Piala Oscar itu dituding memperlakukan putranya, Maddox, 15 tahun, secara semena-mena di atas pesawat pribadi dari Prancis ke Los Angeles. Akibat peristiwa itu, sang istri, Angelina Jolie, 41 tahun, menggugat cerai dan meminta hak perwalian atas enam anak-anak mereka.

    Keenam anak-anak itu adalah Maddoc, 15 tahun, Pax, 12 tahun, Zahara, 11 tahun, Shiloh, 10 tahun, dan si kembar Vivienne dan Knox, 8 tahun.

    Departemen Anak-anak dan Keluarga wilayah Los Angeles yang menyelidiki klaim serupa akhirnya membersihkan nama Pitt dua pekan lalu.

    "Merespons tuduhan yang diajukan dalam penerbangan, antara Brad Pitt dan anak-anaknya, FBI telah melakukan kajian terhadap situasi tersebut dan tidak akan melanjutkan penyelidikan," kata FBI seperti dilaporkan BBC, Rabu, 23 November 2016. "Tidak ada tuduhan yang diajukan terkait hal ini."

    Pitt, 52 tahun, mengupayakan hak hukum dan perwalian atas enam anak-anak pasangan itu. Tiga di antaranya adalah anak adopsi Jolie sebelum mereka berpasangan pada 2004.

    Pitt dan Jolie menikah dua tahun lalu dalam sebuah upacara pribadi di kediaman mereka di Provence. Keduanya telah hidup bersama selama 12 tahun.

    BBC | USA TODAY | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.