Selasa, 23 Oktober 2018

Balas NATO, Rusia Tempatkan Senjata Nuklirnya di Kaliningrad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem pertahanan udara Rusia, S-400 dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 (jangkauan 400 km, rudal 48N6 (250 km), rudal 9M96E dan 9M96E2 (40 km dan 120 km). Rudal S-400 mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik atau 4,8 km/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. arms-expo.ru

    Sistem pertahanan udara Rusia, S-400 dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 (jangkauan 400 km, rudal 48N6 (250 km), rudal 9M96E dan 9M96E2 (40 km dan 120 km). Rudal S-400 mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik atau 4,8 km/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. arms-expo.ru

    TEMPO.CO, Moskow – Rusia menempatkan rudal S-400 dan sistem nuklir Iskander di Kaliningrad untuk membalas pengerahan sistem pertahanan rudal NATO di Eropa Timur.

    “Sebagai respons dari ancaman semacam itu, kami telah menempatkan pasukan tambahan. Bala bantuan tersebut termasuk rudal S-400 dan sistem nuklir Iskander di Kaliningrad,” kata Viktor Ozerov, Ketua komite pertahanan di Dewan Federasi parlemen tinggi Rusia, mengutip Aljazeera pada Selasa, 22 November 2016.

    Ozerov juga mengatakan Rusia terpaksa melakukan hal ini karena program pertahanan rudal AS terlalu dekat dengan Rusia. Kremlin menuding sistem pertahanan rudal NATO bertujuan melumpuhkan senjata nuklir Moskow jika suatu saat Amerika Serikat menyerang Rusia. Washington dan NATO menampik tuduhan ini.

    Baca:
    Resmi Jadi Presiden, Trump: AS Tarik Diri dari TPP
    1 Juta Orang di Suriah Hidup di Bawah Kepungan Pemberontak

    “Apa yang harus kami lakukan? Kami tentu harus menanggapi sikap (NATO) yang menyasar sistem rudal kami. Pergerakan mereka, menurut saya, mulai menjadi ancaman bagi Rusia,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin, 21 November 2016.

    Di sisi lain, Pavel Felgenhauer, seorang analis isu pertahanan di surat kabar Novaya Gazete, mengatakan penempatan rudal ini sudah direncanakan bertahun-tahun lalu. Menurut dia, Rusia mengumumkannya sekarang untuk membuat sedikit “kekacauan”.

    Felgenhauer juga mengatakan bahwa kemungkinan untuk memperbaiki hubungan AS dengan Rusia tidak terlalu disambut baik di Moskow.

    “Partai-partai yang berkuasa di sini tidak mau membuat persetujuan dengan Trump. Mereka mau terus mengkonfrontasi AS agar pembelian dan anggaran belanja pertahanan tetap tinggi,” ujar Felgenhauer.

    Kaliningrad merupakan daerah eksklave atau khusus militer milik Rusia yang berada di antara Polandia dan Lithuania. Kaliningrat merupakan tempat strategis untuk menyerang Barat.

    Sistem pertahanan rudal NATO yang terbaru dan terdekat dengan Rusia berlokasi di Rumania. Satu fasilitas sistem pertahanan ini juga sedang dibangun di Polandia. Moskow menuding sistem pertahanan misil ini melanggar perjanjian antara Rusia dan AS pada 1987 dan mengancam perdamaian di Eropa.

    ALJAZEERA | BRIAN HAKARI | MR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.