Piramid Ditemukan di Reruntuhan Peradaban Maya di Meksiko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuil Kukulkan di Chichen Itza, Meksiko. AP

    Kuil Kukulkan di Chichen Itza, Meksiko. AP

    TEMPO.CO, Meksiko - Arkeolog menemukan piramid baru di Meksiko dalam reruntuhan situs peradaban Suku Maya Chichén Itzá . Para arkeolog telah mendeteksi, struktur tersebut adalah bentuk asli Piramid Kukulcan.

    "Jika kita dapat meneliti struktur piramid baru tersebut, hal ini menjadi penting untuk masa depan serta memberi tahu kami tentang periode pertama penduduk asli di kompleks situs bersejarah tersebut," ucap arkeolog Denisse Lorenia Argote, seperti dilansir CBS.

    Baca:
    Pertama Kali, Hillary Clinton Curhat soal Kalah di Pilpres
    Resmi Jadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 'Terbang' ke Rusia

    Braswell dari University of California menambahkan, pada penggalian dalam lapisan menengah di piramid itu tahun 1940, ditemukan bangunan ketiga yang terkubur di dalam Piramid Kukulcan.

    Rene Chavez, peneliti dari Universitas Otonomi Nasional Institut Geofisika, menuturkan struktur awal tampaknya memiliki tangga serta tempat untuk persembahan leluhur yang mungkin baru saja diisi dan diawetkan. Struktur telah dipetakan, tapi tidak jelas, apakah itu akan digali.

    "Mengingat struktur piramid tidak ada yang digali, sulit mengatakan kepastian dari piramid tertua di lokasi tersebut," ujar Braswell.

    Chichén Itzá adalah suatu situs peradaban Maya di Meksiko pada abad ke-800 sebelum masehi. Piramid Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini dipercaya sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya yang terletak di Semenanjung Yucatan—kini wilayah Meksiko). Itza merupakan titik sentral kompleks bangunan lain seperti Piramid Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang.

    CBS | ANDI GUNAWAN | MR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.