Trump-Putin Bertelepon, Ini Isi Percakapannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpiliha AS Donald Trump, mengacungkan jempolnya saat bertemu dengan pendukungnya dalam acara malam pemilihan di New York, 9 November 2016.  REUTERS/Andrew Kelly

    Presiden terpiliha AS Donald Trump, mengacungkan jempolnya saat bertemu dengan pendukungnya dalam acara malam pemilihan di New York, 9 November 2016. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.CO, Moskow – Buruknya hubungan bilateral Amerika Serikat dengan Rusia sepertinya segera berakhir. Presiden AS terpilih, Donald Trump, mulai menjalin komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Keduanya saling menyapa melalui saluran telepon pada Senin, 14 November 2016.

    Dalam percakapan telepon, Trump dan Putin sepakat untuk memperbarui hubungan Washington dengan Moskow. Mengutip Channel News Asia, 15 November 2016, Kremlin menjelaskan, Putin melalui telepon kembali menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan bersejarah dalam pemilihan presiden AS.

    Sebelumnya, Putin melalui telegram menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump dalam pemilihan Presiden AS. Trump mengalahkan Hillary Clinton, kandidat presiden dari Partai Demokrat.

    Dalam percakapan telepon, Kremlin melanjutkan, Putin dan Trump sepakat mendeklarasikan keinginan untuk secara aktif bekerja sama guna menormalkan kembali hubungan kedua negara.

    Baca:
    Hillary Clinton Sebut FBI Biang Kerok Kekalahannya
    Donald Trump Segera Deportasi 3 Juta Imigran Ilegal dari AS
    Putin Mundur sebagai Presiden Rusia Tahun 2017, Mengapa?

    Putin juga berharap Trump sukses mewujudkan janji-janji kampanyenya. Dan menekankan kesiapaknnya untuk membangun dialog kemitraan dengan pemerintahan baru AS yang berlandaskan kesetaraan, saling menghormati, dan tidak saling mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

    "Mereka sepakat mencari upaya-upaya pemersatu dalam berjuang melawan musuh nomor satu: terorisme dan ekstremis internasional," Kremlin menambahkan. Secara khusus, hal ini ditujukan kepada upaya mengakhiri krisis di Suriah.

    Trump, menurut Washington, menantikan untuk membangun kembali hubungan yang kuat dan bertahan lama dengan Rusia serta rakyat Rusia.

    Ia juga mendiskusikan tentang ancaman dan tantangan yang dihadapi kedua negara dalam isu ekonomi dan berkaitan dengan hubungan bersejarah AS-Rusia selama 200 tahun.

    Selama kampanye pemilihan Presiden AS, Trump dituding mendapat dukungan dari Putin. Bahkan AS sempat mengingatkan Rusia untuk tidak mengganggu proses pemilihan Presiden AS dan menolak permintaan Rusia untuk ikut memantau pemilihan Presiden AS.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?