Jadi Presiden, Trump Tak Akan Ambil Gajinya yang Rp 5 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS terpilih Donald Trump, bersama dengan istrinya Melania dan anaknya Barron menyapa pendukungnya dalam acara malam pemilihan di New York, 9 November 2016. REUTERS/Mike Segar

    Presiden AS terpilih Donald Trump, bersama dengan istrinya Melania dan anaknya Barron menyapa pendukungnya dalam acara malam pemilihan di New York, 9 November 2016. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.COJakarta - Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, mengatakan ia tidak akan mengambil 1 dolar pun gajinya selama menjadi presiden. Janji itu sudah ia umbar sebelum kemenangannya pada pemilihan umum presiden melawan Hillary Clinton.

    Seperti dilansir The Independent, Sabtu, 12 November 2016, Trump berjanji tak akan menerima gaji sebesar US$ 400 ribu atau Rp 5,3 miliar (kurs 1 dolar sama dengan Rp 13.350) saat menghadiri sebuah acara di New Hampshire. "Hal pertama yang saya akan lakukan adalah memberi tahu Anda, jika saya terpilih sebagai presiden, saya tidak menerima gaji, oke? Itu bukan masalah besar bagi saya," katanya.

    Trump pun menegaskan pernyataannya dalam cuitan di Twitter. Seorang pengikut Trump di Twitter menanyakan apakah dia benar-benar akan melupakan soal gaji saat terpilih sebagai presiden. Trump menjawab, "Saya tidak akan mengambil 1 dolar pun. Saya benar-benar menyerahkan gaji saya jika menjadi presiden."

    Selama masa kampanye, politikus dari kubu Partai Republik ini mengklaim dirinya adalah seorang jutawan. Forbes memperkirakan harta Trump mencapai US$ 3,7 miliar (Rp 49,3 triliun).

    Presiden sebelumnya, Herbert Hoover dan John F. Kennedy, juga menyumbangkan gaji mereka selama menjadi presiden untuk amal. Keduanya menyumbangkan gaji karena tidak membutuhkan biaya untuk menambah pendapatan pribadi mereka.

    US Code, yang bertugas menguraikan kewajiban dan hak presiden, menyatakan Presiden akan menerima secara penuh kompensasi atas jasanya selama jangka waktu yang ditentukan. Jumlah kompensasi itu sebesar US$ 400 ribu per tahun ditambah uang saku US$ 50 ribu (Rp 667 juta) untuk membantu membiayai pelaksanaan tugas resminya.

    MAYA AYU PUSPITASARI | THE INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.