Persaingan Kereta Cepat Jepang Vs Cina Berlanjut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggemar kereta api menyambut kereta baru dari Hokuriku

    Penggemar kereta api menyambut kereta baru dari Hokuriku "shinkansen", atau kereta peluru, yang akan menuju Tokyo di stasiun Kanazawa, Ishikawa, 14 Maret 2015. (Jiji Press/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Tokyo - Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas pada 2020. Bagi sebagian orang, ini seperti dejavu. Pasalnya, Jepang berencana kembali memecahkan rekor kereta cepat mengalahkan kereta Maglev milik Cina.

    Sebelumnya, Jepang sudah memiliki kereta cepat yang diberi nama Shinkansen. Saat ini, Maglev Cina bisa melaju dengan kecepatan 268 mil per jam. Disusul Shinkansen dan Intercity Express Jerman dengan masing-masing berkecepatan 200 mil per jam dan 190 mil per jam.

    Sedangkan Maglev baru milik Jepang yang diberi nama Chuo Shinkansen didesain untuk melaju dengan kecepatan hingga 374 mil per jam. Kereta ini akan menyambungkan Tokyo dan kota utara di Nagoya hanya 40 menit.

    "Nantinya, kereta ini juga diwacanakan bisa menembus Osaka. Chuo punya 16 rangkaian yang menampung 1.000 penumpang sekali jalan," seperti dikutip CNN, Sabu, 12 November 2016.

    Manager Central Japan Railway Company Tomoaki Seki mengatakan, sebenarnya teknologi kereta ini sudah ada sejak 1997. Dalam percobaannya di 1997, kecepatannya sudah menembus 550 kilometer per jam. Namun perusahaan menegaskan bahwa diperlukan beberapa percobaan lagi terkait dengan aspek standar keselamatan dan penghematan biaya.

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.