Pendukung Invasi AS ke Irak Dijagokan Masuk Kabinet Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Barack Obama bersalaman dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. AP Photo

    Presiden AS, Barack Obama bersalaman dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Washington- Meski belum resmi dilantik jadi presiden Amerika Serikat,susunan kabinet pemerintahan Trump mulai beredar di media. Orang-orang yang selama ini membantunya telah mengedarkan nama-nama menteri yang akan duduk di pos-pos strategis di antaranya pendukung invasi AS ke Irak, Jeff Sessions yang dijagokan menjabat  menteri pertahanan.

    Berikut nama kandidat menteri dan pos strategis yang akan ditempati, seperti dikutip dari BBC, 9 November 2016.

    1. Newt Gingrich, Menteri Luar Negeri.

    Gingrich, 73 tahun, merupakan mantan anggota legislatif Georgia. Ia  juru bicara House of Representative tahun 1994 dan kemudian berhenti sebagai juru bicara disebabkan melanggar kode etik parlemen. Gingrich yang masuk sebagai pendukung awal Trump maju sebagai calon presiden, dikenal sebagai diplomat top AS.
    Ia pernah dinominasikan untuk maju dalam pemilihan presiden AS tahun 2011, namun gagal.

    2. Rudy Giuliani, Jaksa Agung.

    Sebagai Wali Kota New York saat terjadi serangan teror 11 September 2001. Giuliani  memperkenalkan kebijakan Stop dan Geledah di kepolisian New York, NYPD. Kebijakan yang belakangan menuai kritik sebagai bentuk rasial. Mantan jaksa di New York digadang partai Republik untuk maju dalam pemilihan presiden tahun 2008, namun gagal.

    3.Jeff Sessions, Menteri Pertahanan.

    Senator dari Alabama ini berpeluang untuk memimpin Pentagon. Trum memuji habis Sessions saat pidato kemenangannya sebagai presiden AS di New York dua hari lalu. "Dia sangat dihormati di Washington karena dia cerdas," kata Trump. Pria berusia 69 tahun ini merupakan pendukung invasi AS ke Irak tahun 2003. Invasi yang justru menurut Trump sebagai "mengerikan dan bodoh."  Beberapa pos yang pernah dijabat Sessions, yakni sebagai Komise Senat untuk Pelayanan Angkatan Bersenjata, Komise Hukum, dan Komisi Anggaran.

    4. Michael Flynn, Penasehat Keamanan Nasional.

    Pensiunan jenderal bintang tiga membantu Trump membangun hubungan dengan para veteran. Trump memang tidak punya latar belakang militer. Sebelum membantu Trump, Flynn menempati posisi sebagai Direktur Badan Intelijen Pertahanan dari 2012- 2014. Namun pandangannya mengenai Islam radikal membuatnya tersingkir dari jabatannya.

    5. Steven Mnuchin, Menteri Keuangan

    Selama 17 tahun bekerja di Goldman Sachs. Pendiri perusahaan produksi film yang film-filmnya menjadi box office seperti X-Men dan American Sniper.
    Selain Mnuchin, nama lain yang digadang-gadang untuk menempati posisi menteri keuangan adalah Jamie Dimon, bos JP Morgan. Namun, ia belum memberikan tanggapan.

    BBC | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.