Trump dan Presiden Obama Gelar Pertemuan di Gedung Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Barack Obama berbincang dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. Pertemuan ini untuk mengkoordinasikan proses perpindahan kekuasaan setelah Trump mengalahkan Hillary Clinton di pemilu 2016. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden AS, Barack Obama berbincang dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. Pertemuan ini untuk mengkoordinasikan proses perpindahan kekuasaan setelah Trump mengalahkan Hillary Clinton di pemilu 2016. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih. Pertemuan itu merupakan pertemuan bersejarah di antara dua orang yang telah menjadi musuh bebuyutan selama bertahun-tahun.

    Kunjungan pertama Trump ke Washington sebagai presiden terpilih dimulai Kamis, 10 November 2016, sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

    Trump datang menggunakan pesawat yang mendarat di Reagan National Airport, yang menandai awal baru bagi Amerika. Selain bertemu dengan Obama, Trump dijadwalkan bertemu dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Paul Ryan dan pemimpin mayoritas senat, Mitch McConnell.

    Hubungan dua tokoh itu sempat memanas. Saat kampanye, Trump mengklaim Obama tidak berkompeten. Begitu pula Obama yang telah mengejek Trump pada kampanyenya.

    Namun, pada Selasa lalu, hubungan Trump dengan Obama telah membaik. Mereka berusaha mengatur politik menjelang masa transisi kepemimpinan.

    "Saya berjanji kepada setiap warga kami bahwa saya akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika,” ujar Trump, seperti dilansir CNN, Kamis, 10 November 2016. Ia juga mengajak warga Amerika yang tidak mendukungnya untuk bisa bekerja sama menyatukan negara tersebut.

    Sementara itu, pada Rabu lalu, Presiden Obama telah mengakui kemenangan Trump. Ia menuturkan transisi kekuasaan dari dia ke Trump akan berjalan damai.

    Menurut dia, transisi kekuasaan yang damai adalah salah satu keunggulan demokrasi Amerika. Bahkan ia berkomitmen tetap menunjukkan hal tersebut kepada dunia selama beberapa bulan ke depan.

    DANANG FIRMANTO | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.