Sabtu, 20 Oktober 2018

Pejabat Keamanan Cina Pimpin Interpol, Ini yang Ditakutkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meng Hongwei, wakil menteri keamanan publik China, yang telah terpilih kepala Interpol. Reuters

    Meng Hongwei, wakil menteri keamanan publik China, yang telah terpilih kepala Interpol. Reuters

    TEMPO.CO, Beijing -Interpol memilih wakil menteri keamanan publik Meng Hongwei sebagai kepala Interpol. Untuk pertama kali, Cina menempati posisi puncak di organisasi polisi internasional ini.

    Meng dipilih dalam satu pertemuan Interpol di Indonesia. Ia akan menempati jabatan ini selama empat tahun, mengutip Guardian, 10 November 2016.

    Meng sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur paramiliter di kepolisian Cina. Paramiliter ini kerap dikirim ke daerah-derah yang tingkat keamanannya dianggap paling tak stabil termasuk ke wilayah Tibet, perbatasan Korea Utara, dan Xinjiang.

    Terpilihnya Meng menimbulkan ketakutan Cina akan menggunakan Interpol untuk menelusuri jejak para pembangkan dan pelarian di luar negeri.

    Baca:
    Trump Presiden AS: Ini Kata Putin, May, El-Sisi, dan Xi Jinping
    300 Eks Pasukan Irak Diculik ISIS di Mosul, 18 Ulama Dibunuh

    "Kekhawatiran luar biasa memberikan Cina upaya jangka panjang untuk menggunakan Interpol menangkap pembangkang dan pengungsi di luar negeri," kata Nicholas Bequelin, Direktur Amnesty International untuk Asia Timur lewat akun Twitternya.

    Menurut Bequelin, rekam jejak kepolisian Cina sangat buruk mengenai hak asasi manusia termasuk membuat 'pengakuan' melakukan pemaksaan dan penyiksaan dalam skala luas," kata Bequelin.

    Sebagai gambaran, menurut Bequelin, polisi Cina selain lembaga penegakan hukum juga memiliki mandat politik untuk melindungi kekuasaan Partai Komunis.

    Adapun Kepala pusat anti-terorisme di China Institute of Contemporary International Relations, Li Wei mengatakan, sebagai kepala Interpol, Meng akan memperdalam pemberangusan kejahatan transnasional termasuk korupsi.

    Sejak Presiden Xi Jinping mengumumkan pemberangusan korupsi di awal pemerintahannya tahun 2012, lebih dari satu juta pejabat telah dijatuhi hukuman. Meski ada dugaan Xi memberangus musuh politiknya lewat kasus korupsi.

    Dalam memberangus korupsi, Cina bekerjasama dengan Interpol untuk membawa pulang pejabat-pejabat yang melarikan diri ke luar negeri. Tahun lalu saja, 100 red notices dikeluarkan Interpol untuk memerintahkan penangkapan para pejabat Cina yang dituding korup itu.

    Umum pejabat-pejabat Cina yang korup bersembunyi di Amerika Serikat dan Kanada. Cina sulit membawa mereka pulang karena tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan negara-negara itu.

    Cara ini membuat sepertiga pejabat-pejabat yang diketahui bersembunyi di luar neger berhasil dibawa pulang ke Cina. Mereka diduga diperlakukan tidak manusiawi di dalam penjara. Mereka dijatuhi hukuman mati untuk kejahatan eknomi tanpa bukti yang jelas.

    GUARDIAN | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.