Trump Ungguli Clinton, Dubes Amerika Serikat: Pergantian Kekuasaan Damai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung calon presiden dari Partai Republik Donald Trump bersorak gembira saat menonton secara langsung proses penghitungan suara pemilihan umum Presiden AS di New York, 8 November, 2016. AP Photo

    Pendukung calon presiden dari Partai Republik Donald Trump bersorak gembira saat menonton secara langsung proses penghitungan suara pemilihan umum Presiden AS di New York, 8 November, 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat sementara Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters, memastikan peralihan kekuasaan kepada presiden terpilih bakal berjalan secara damai. Ia pun menepis isu hasil pemilu presiden bakal memecah Amerika Serikat.

    "Kami yakin akan ada proses handover, ada perpindahan kekuasaan secara damai, dan kami tidak melihat potensi itu," kata McFeeters di pusat kebudayaan Amerika, @america, Pacific Place, Jakarta, Rabu, 9 November 2016.

    Hari ini, rakyat Amerika memilih presiden. Dua kandidat bersaing merebut sekitar 538 electoral votes di 50 negara bagian. Saat ini, calon presiden Donald Trump dari Partai Republik berhasil mengungguli Hillary Clinton, calon presiden dari Partai Demokrat.

    McFeeters pun memastikan siapa pun presiden yang terpilih tak akan terlalu mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika. Menurut dia, Indonesia adalah mitra strategis Amerika yang kuat di kawasan Asia dan Asia Tenggara.

    "Indonesia adalah pemain penting di Asia, dan Indonesia adalah negara yang kuat di Asia secara ekonomi. Kita akan bisa meningkatkan hubungan itu," ujar McFeeters.

    Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar acara nonton bareng memantau hasil pemilu. McFeeters menuturkan pemilu ini adalah pemilu yang luas di Amerika Serikat. Di @america, acara nonton bareng pun digelar dengan telekonferensi dari beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Medan.

    Hingga berita ini ditulis, berdasarkan siaran televisi CNN secara live, Trump mengungguli Clinton dengan perolehan electoral college sebesar 257 berbanding 215. Butuh minimal 270 electoral college untuk menang.

    ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?