Siapa pun Presiden Terpilih, Hubungan Amerika Serikat dengan RI Tetap Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung calon Presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Donald Trump bergembira saat menyaksikan secara langsung proses penghitungan suara pemilihan umum Presiden AS di Australia, 9 November 2016. REUTERS

    Sejumlah pendukung calon Presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Donald Trump bergembira saat menyaksikan secara langsung proses penghitungan suara pemilihan umum Presiden AS di Australia, 9 November 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat sementara Duta Besar untuk Indonesia, Brian McFeeters, memastikan hubungan bilateral Amerika Serikat dengan Indonesia akan terjalin dengan baik siapa pun presiden negara itu yang terpilih nanti. Menurut Brian, Indonesia dan Amerika Serikat adalah dua negara dengan kerja sama strategis.

    "Keduanya penting untuk terus bekerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat. Indonesia kuat di ASEAN secara ekonomi, dan kita akan bisa meningkatkan hubungan itu," kata McFeeters di @america, Pasific Place, Jakarta, Rabu, 9 November 2016.

    McFeeters berpendapat, Indonesia adalah negara penting di Asia dan Asia Tenggara. Jadi perlu bagi Amerika Serikat meningkatkan relasi, karena Indonesia adalah rekan strategis untuk Amerika Serikat. "Secara kontinu, kami akan memperkuat hubungan dengan Indonesia dan menjalankan program-program yang ada."

    Hari ini, rakyat Amerika Serikat memilih presiden. Dua kandidat bersaing merebut sekitar 543 electoral votes di 50 negara bagian. Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat, bersaing ketat dengan Donald Trump, calon dari Partai Republik.

    Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia memantau penghitungan suara pemilihan Presiden Amerika Serikat. Brian menuturkan ini adalah pemilu yang luas di Amerika Serikat. Di @america, acara nonton bareng pun digelar dengan telekonferensi dari beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Medan.

    ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.