Pemilu Amerika: Kedutaan AS Gelar Nonton Bareng Pantau Hasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat sementara Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Brian McFeeters, memberikan keterangan terkait pemilu AS di @america, Pasific Place, Jakarta, Rabu 8 November 2016. TEMPO/Arkhe

    Pejabat sementara Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Brian McFeeters, memberikan keterangan terkait pemilu AS di @america, Pasific Place, Jakarta, Rabu 8 November 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.COJakarta - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia memantau penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat. Pejabat sementara Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters, mengatakan pemilu ini adalah pemilu yang luas di Amerika Serikat.

    "Seperti diketahui, yang penting untuk memenangi pemilihan presiden adalah electoral college. Untuk menang, harus mendapat minimal 270 electoral votes dan itu didistribusikan di negara bagian," kata Brian di @america, Pacific Place, Rabu, 9 November 2016.

    Menurut Brian, pemilu Amerika Serikat pada 2016 ini adalah pemilu yang sangat besar. Sebab, beriringan dengan pemilihan 435 wakil rakyat (house of representatif). Tak hanya itu, pemilu ini akan memilih perwakilan 34 senat serta beberapa gubernur dan wali kota.

    Baca: Donald Trump Lakukan 4 Hal Ini Jika Gagal Jadi Presiden AS  

    Hari ini, rakyat Amerika Serikat memilih presiden. Dua kandidat bersaing merebut sekitar 543 electoral votes di 50 negara bagian. Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat, bersaing ketat dengan Donald Trump, calon dari Partai Republik.

    Karena itu, kata Brian, penghitungan suara tak hanya melihat suara popularitas (popular vote). Sebab, hasil pemilu juga akan ditentukan oleh electoral votes pada Desember mendatang. "Ini kesempatan langsung proses pemilu di Amerika Serikat," ujar Brian.

    Simak: Gunakan Hak Pilih, Donald Trump Disoraki Penduduk  

    Pemantauan hasil pemilu Amerika Serikat yang digelar kedutaan tidak hanya dilakukan di Jakarta. Beberapa tempat juga menggelar, seperti di Bandung dan Yogyakarta. Ini dihubungkan dengan jaringan telekonferensi untuk tanya-jawab seputar pemilu Amerika Serikat sambil menunggu hasil.

    ARKHELAUS W.

    Baca Pula
    Laporkan Ahok, Sang Mantan Biarawati Punya Alasan Ini
    Dinilai Menghasut Makar, Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polisi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.