Xanana: Kehadiran Megawati Jadi Simbol Perdamaian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Denpasar:Presiden terpilih Timor Timur, Xanana Gusmao tetap mengharapkan kehadiran Presiden Megawati dalam acara proklamasi Kemerdekaan Timtim 20 Mei 2002. Katanya, kehadiran Mega di bekas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu bisa menjadi simbol dan keinginan menciptakan perdamaian. “Soal prestise dan pamor politik tentu saja kita cari. Namun, mari kita lihat dalam milenium III masih ada konflilk di berbagai belahan dunia seperti di timur tengah misalnya. Saya kira kita semua bisa berusaha mewujudkan perdamaian dan kerjasama kalau ada kemauan dari kita,” katanya kepada Tempo News Room di ruang VIP Bandara Ngurah Rai, Sabtu (20/4), dalam perjalanan menuju Stocholm, Swedia, untuk mengikuti konferensi mengenai agenda rekonsiliasi. Di bandara Ngurah Rai, tokoh pejuang kemerdekaan Timtim ini disambut oleh Pengdam IX Udayana Mayjen TNI William T. Da Costa. Keduanya terlibat dalam percakapan singkat. Namun, Da Costa enggan mengungkapkan isi pembicaraan itu. “Hanya pembicaraan antara dua sahabat,” kilahnya. Menurut Xanana, pihaknya hingga kini belum mengagendakan pertemuan khusus dengan Presiden Megawati, termasuk untuk menyampaikan undangan itu. Namun, dalam hal kebijakan luar negeri secara jelas pihaknya ingin menjaga hubungan baik yang sudah terjalin dengan Indonesia. Mengenai jaminan keselamatan bila Megawati hadir dalam perayaan itu, Xanana mengatakan, “Gus Dur tahun 2000 pergi ke Dili dan tidak ada masalah, jadi itu bukan hal yang patut dikhawatirkan.” Xanana menyebut undangan kepada Megawati dan harapan akan kehadirannya bukanlah karena pertimbangan keuntungan atau kerugian bagi Timtim. Tapi, tegas dia, semata-mata untuk melihta kepentingan yang lebih besar, yakni simbol bagi adanya perdamaian. Tetapi dia mengakui bahwa hubungan baik dengan Indonesia adalah sebuah priopritas bagi Timtim dibandingkan dengan Australia, misalnya. “Masalahnya saya punya tetangga dekat dan satu lagi tetangga di seberang lautan sana, kan wajar bila saya lebih akrab dengan yang dekat, sebab kalau ada kekurangan apa-apa bisa langsung saya sampaikan kepada tetangga dekat saya itu daripada tetangga yang jauh,” katanya. Sejauh ini, menurut dia, tidak ada masalah yang mengganjal dalam hubungan antara Indonesia dan Timtim. Soal pengungsi, kata Xanana, sudah ratusan ribu orang yang kembali dan ia optimis masalah itu akan segera terselesaiakan. Dia juga menjamin, para mantan anggota TNI dan Polri tidak akan mendapat perlakuan yang diskriminatif. (Rofiqi Hasan)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.