Donald Trump Lakukan 4 Hal Ini Jika Gagal Jadi Presiden AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump dalam debat kampanye presiden ketiga di UNLV di Las Vegas, 19 Oktober, 2016. Debat ini berlangsung 90 menit tanpa jeda iklan. AP/David Goldman

    Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump dalam debat kampanye presiden ketiga di UNLV di Las Vegas, 19 Oktober, 2016. Debat ini berlangsung 90 menit tanpa jeda iklan. AP/David Goldman

    TEMPO.COJakarta - Pemilihan Presiden Amerika Serikat diadakan pada Selasa, 8 November 2016. Kandidat presiden dari kubu Republik, Donald Trump, bertarung melawan Hillary Clinton dari kubu Demokrat. Trump, yang banyak disoroti karena pernyataan-pernyataannya yang kasar, beberapa kali memberi pesan tentang apa yang akan terjadi jika gagal menjadi penghuni Gedung Putih. 

    Berikut ini empat hal yang akan dilakukan Trump jika gagal menang dalam pemilihan Presiden AS, seperti dilansir dari Time

    1. Trump mengatakan negara boleh jadi berantakan karena ribut mengenai hasil pemilihan. Trump menolak memberikan janji pada akhir debat calon presiden apakah akan menerima hasil pemilihan, tanpa peduli hasilnya. Dalam sebuah kampanyenya di Ohio, Trump berujar, "Saya akan sepenuhnya menerima hasil pemilihan presiden yang besar dan bersejarah, jika saya menang." 

    Baca: 
    Presiden Obama: Saya Memilih Hillary Clinton
    Peluang Hillary Clinton Menangi Pemilu 90 Persen

    2. Trump sepertinya akan menantang melakukan penghitungan suara ulang, seperti yang terjadi pada pemilihan presiden tahun 2000 antara Al Gore dan George Bush. Penghitungan suara ulang berakhir dengan pengakuan Al Gore atas kemenangan George Bush. 

    3. Trump kepada penasihatnya, Roger Stone, mengatakan akan ada "kubangan darah" jika Demokrat "mencuri" suara dalam pemilihan.

    4. Trump bahkan mengatakan Hillary Clinton akan diadili atas kejahatannya dan melakukan pemakzulan. Dua malam sebelum hari pemilihan, Trump mengatakan kantor Clinton sepertinya bakal berujung di pengadilan kriminal. "Jika Hillary Clinton dipilih, hal itu akan menciptakan krisis konstitusional yang tak pernah terjadi dan berlangsung berlarut-larut," kata pengusaha ini. 

    TIME | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?