Peluang Hillary Clinton Menang Pemilu 90 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor monyet duduk di antara foto calon presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton saat memprediksi hasil pemilu Amerika Serikat, di Changsha, Provinsi Hunan, China, 3 November 2016. REUTERS/Stringer

    Seekor monyet duduk di antara foto calon presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton saat memprediksi hasil pemilu Amerika Serikat, di Changsha, Provinsi Hunan, China, 3 November 2016. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CONew York - Pemilihan Presiden Amerika Serikat berlangsung pada hari ini, Selasa, 8 November 2016. Beberapa jam sebelum pemilihan, jajak pendapat dari Reuters/Ipsos States of the Nation Project mengumumkan Hillary Clinton memiliki 90 persen peluang memenangi pemilu.

    Hasil jajak pendapat ini hampir sama dengan polling pekan lalu. Hillary Clinton diperkirakan mengungguli Donald Trump 45 persen melawan 42 persen dalam total suara pemilih. Clinton juga diprediksi akan memenangi 303 suara elektoral pada Electoral College, sedangkan Trump hanya 235 suara elektoral. Sehingga Clinton sudah jauh melewati syarat minimal 270 suara elektoral untuk dapat disebut sebagai pemenang pemilu Amerika.

    Tapi Trump dapat mengubah keadaan jika pemilih berkulit putih dan kulit hitam serta Hispanik di enam atau tujuh negara bagian tidak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Trump kini bergantung pada pemilih di Florida, Michigan, North Carolina, Ohio, serta Pennsylvania. Di lima negara bagian itu, Clinton hanya unggul tipis 3 poin.

    Tapi, jika Trump kalah di Florida, Michigan, dan Pennsylvania secara bersamaan, Clinton dipastikan akan menang dan menjadi presiden. 

    North Carolina menjadi negara bagian yang akan paling awal mengumumkan hasil pemungutan suara pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia barat (WIB). Hasil ini dimungkinkan akan menjadi petunjuk awal mengenai hasil keseluruhan pemilu. 

    Survei Reuters/Ipsos bertajuk The States of the Nation Project adalah jajak pendapat terhadap sekitar 15 ribu orang setiap minggu di 50 negara bagian plus Washington, DC.

    REUTERS | ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.