Presiden Obama: Saya Memilih Hillary Clinton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama (kiri) dan Hillary Clinton. AFP/Mandel NGAN

    Barack Obama (kiri) dan Hillary Clinton. AFP/Mandel NGAN

    TEMPO.CO, ANN ARBOR, Mich - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan warga Amerika harus menentukan pilihan saat pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Selasa, 8 November waktu setempat.

    Pemilihan ini akan menentukan apakah Hillary Clinton dari Partai Demokrat atau Donald Trump dari Partai Republik yang akan memimpin Amerika.

    "Saya memilih Hillary Clinton karena saya yakin bahwa ketika dia adalah presiden, negara ini akan berada di tangan yang baik," ujar Obama seperti yang dikutip dari New York Times, Selasa, 8 November 2016.

    Seperti yang diketahui, dalam pemilihan presiden kali ini, Obama secara langsung menyatakan dukungannya kepada Hillary Clinton. Obama pun tidak segan meminta kepada pendukungnya untuk ikut mendukung Hillary saat pemilihan nanti.

    Baca Juga: Pendukung Trump dan Clinton Saling Memutuskan Pertemanan

    Untuk Trump, Obama mengatakan bahwa dia adalah sosok temperamental dan tidak layak menjadi panglima tertinggi di Amerika. "Dia tidak memenuhi syarat menjadi kepala eksekutif Amerika," kata dia.

    Dalam pidatonya di Michigan beberapa waktu lalu, Obama mengatakan dirinya hampir selesai menyelesaikan masa tugasnya selama delapan tahun memimpin Amerika. "Masa saya akan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan."  Karena itu, Obama mengingatkan warga Amerika  menggunakan hak pilihnya untuk membuat keputusan bijak siapa yang nantinya akan memimpin mereka.

    Simak: Janet Reno, Jaksa Agung Perempuan Pertama AS, Meninggal

    Beberapa kali Obama melakukan kampanye untuk meminta dukungan kepada Hillary, dirinya menceritakan pengalamannya saat kampanye dulu.

    Misal saat Di New Hampshire, Obama selesai melakukan kampanye setelah sore hari dan harus bergegas menuju bandara. Selain itu Obama mengatakan sangat menikmati hari-hari terakhir sebelum menyelesaikan tugasnya sebagai presiden.

    THE NEW YORK TIMES | ODELIA SINAGA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.