Polisi Filipina Usut Kematian Wali Kota Tersangka Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rodrigo Duterte. REUTERS

    Rodrigo Duterte. REUTERS

    TEMPO.CO, Manila - Polisi Filipina tengah menyelidiki kematian Wali Kota Albuera, Rolando Espinosa Sr., yang tewas dalam baku tembak di selnya, Sabtu, 5 November 2016. Dia adalah wali kota kedua yang tewas dalam kaitan dengan operasi pemberantasan narkotik di bawah arahan Presiden Rodrigo Roa Duterte.

    Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Direktur Jenderal Ronald dela Rosa, menegaskan bahwa dia akan menangani sendiri kasus pembunuhan tersebut.

    ”Saya segera menanganinya setelah pulang,” kata Dela Rosa, yang sedang menonton pertandingan tinju Senator Filipina, Manny Pacquiao, di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu, 6 November 2016.

    Espinosa Sr. tewas bersama rekan satu selnya, Raul Yap, tersangka pengedar obat-obatan terlarang, di penjara Baybay, Leyte, Sabtu lalu sekitar pukul empat subuh.

    Menurut laporan polisi, Espinosa dan rekannya terlebih dulu menembak ke arah petugas yang sedang melakukan penggeledahan untuk mencari senjata dan obat-obatan terlarang.

    Nama Espinosa masuk daftar hitam Duterte sebagai pejabat yang diduga terlibat jaringan narkotik. Dia menyerahkan diri pada Agustus lalu, dan dibebaskan. Tapi kemudian dia ditangkap pada Oktober atas tuduhan kepemilikan narkotik dan senjata ilegal.

    Polisi juga menetapkan putra Espinosa, Rolando ”Kerwin” Espinosa Jr., yang ditangkap di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai tersangka gembong narkotik.

    Kematian Espinosa menuai kecurigaan sejumlah kalangan. Senator Panfilo Lacson, bekas Kepala Kepolisian Nasional Filipina, menduga Espinosa menjadi korban pembunuhan di luar peradilan.

    Kepala Kepolisian Albuera, Inspektur Jovie Espenido, bahkan ragu bahwa Espinosa menyelundupkan barang-barang terlarang tersebut ke selnya. Sebab, sang Wali Kota beberapa pekan lalu baru menyerahkan daftar berisi sejumlah nama orang yang diduga menerima suap dari dia dan putranya, Kerwin, pada masa lalu.

    ”Dia telah mengajukan daftar bukti, dan kami baru saja memindahkannya ke penjara Baybay,” kata Espenido seperti dilaporkan ABS-CBN, kemarin.

    Dela Rosa berjanji tidak akan menutup-nutupi penyelidikan kasus tersebut. “Saya jamin,” ucap dia.  
    Menteri Kehakiman Filipina, Vitaliano Aguirre, yang juga sedang berada di Las Vegas, menyatakan banyak hal yang mencurigakan dalam kematian Espinosa.

    Beberapa hari lalu, seorang wali kota lainnya, Samsudin Dimaukom, dan sembilan ajudannya tewas dalam baku tembak di Provinsi Cotabato.

    ASIAN CORRESPONDENT | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.