Korea Utara Bangun Gereja Ortodoks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Pyongyang:Gereja Rusia Ortodoks akan dibuka pekan ini untuk pertama kalinya di Pyongyang, Korea Utara. Pendirian gereja ini boleh dikata bertolak belakang dengan sikap pemerintah Korea Utara. Maklum kebebasan beragama di negeri komunis amat tertutup itu sejauh ini hanya sebatas di atas kertas. Uskup Metropolitan Rusia Kyrill, orang kedua di tampuk pimpinan gereja, akan berkunjung ke Pyonyang untuk meresmikan gereta tersebut. "Ini merupakan peristiwa besar dan bersejarah," kata Pendeta Nikolai Balashov salah seorang aggota delegasi kepada kantor berita Interfax, kemarin (13/8). "Selain penting bagi hubungan Korea Utara-Rusia, pendirian gereja ini penting bagi Ortodoks untuk melebarkan sayap hingga ke Semenanjung Korea." Konon niat membangun gereja Ortodoks ini muncul setelah Presiden Kim Jong-Il melawat ke Rusia pada 2002. Kehadiran gereja Ortodok Rusia ini bagi Fyodor Kim, salah seorang pembatu gereja Ortodoks baru Korea Utara, amat sulit untuk diterima. Tapi ia tak kuasa menentang. Katanya, "Mau apalagi kalau "Pemimpin Tercinta" kami sudah mengambil keputusan." | spiegel/dre

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.