Aktif di Facebook Perpanjang Umur, menurut Penelitian Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ere.net

    Ere.net

    TEMPO.CO, Los Angeles -Aktif di media sosial Facebookl ternyata berdampak baik bagi kesehatan seseorang bahkan dapat membuat umur seseorang menjadi panjang. Pengguna Facebook kini memiliki alasan untuk menghabiskan waktu lebih lama dalam situs sosial itu ketika studi oleh Universitas California, San Diego menemukan mereka yang 'kecanduan' Facebook dapat hidup lebih lama.

    Para peneliti menegaskan, kondisi itu hanya meliputi mereka yang menggunakan Facebook untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan sosial dalam dunia nyata.

    Baca:
    UNESCO: Setiap 4,5 Hari Satu Wartawan Tewas Dibunuh
    Warga Malaysia Diimbau Hindari Jakarta Pada 4 November
    Masuk Mosul, Pasukan Irak Kuasai TV ISIS Namun Tunda Operasi

    Penelitian terhadap sekitar 12 juta pengguna Facebook menemukan bahwa interaksi online adalah aktivitas yang sehat apabila dilakukan secara sederhana dan ditambah dengan hubungan offline. Banyaknya like dan komentar tidak berpengaruh.

    Studi yang dipimpin oleh peneliti, William Hobbs dan James Fowler serta bekerjasama denga kolega mereka di Facebook dan Yale telah dipublikasikan melalui jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

    Hobbs mengatakan bahwa efek negatif akan muncul ketika pengguna Facebook hanya menghabiskan waktu untuk bercengkrama secara online tetapi tidak berhubungan dalam dunia nyata.

    "Berinteraksi secara online adalah sesuatu yan menyehatkan jika diimbangi dengan interaksi secara offline atau di dunia nyata," kata Hobbs, seperti yang dilansir Russia Today pada 1 November 2016.

    Studi terkait bahwa seseorang yang memiliki hubungan sosial yang kuat dalam dunia nyata hidup lebih lama sudah sering dilakukan. Tapi, bahwa menghabiskan waktu bercengkrama di Facebook dapat meningkatkan kesehatan merupakan yang pertama kali dilakukan.

    Para peneliti mempelajari aktivitas online 12 juta responden selama lebih dari enam bulan. Mereka membandingkan aktivitas responden yang masih hidup hingga mereka meninggal dengan rentang tahun lahir dari  tahun 1945 hingga 1989. Semua perbandingan dibuat bagi orang-orang dengan usia dan jenis kelamin yang sama.

    Temuan pertama adalah bahwa orang-orang yang bermain Facebook hidup lebih lama daripada mereka yang tidak aktif.  Penelitian ini juga menemukan pengguna Facebook yang setuju menerima teman baru dalam situs sosial tersebut juga akan mendapatkan manfaat bagi kesehatannya sehinga dapat hidup lebih lama.

    Mereka yang memiliki hubungan di luar online yang lebih tinggi dengan mempertimbangkan tindakan mengunggah banyak foto selain kegiatan tatap muka, menjalani masa hidup indah yang lebih lama.

    Pengguna yang memiliki banyak situs sosial yaitu antara 30 persen sampai 50 persen, hidup lebih lama dibandingkan mereka yang hanya memiliki 10 persen situs sosial yaitu temuan yang konsisten dengan studi lama tentang hubungan di luar online dan harapan hidup manusia.

    Para peneliti tersebut berharap penelitian berikutnya mampu memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap jenis pengalaman sosial online yang mampu melindungi kesehatan.

    RUSSIA TODAY|DAILY MAIL|SCINCE DAILY|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.