Antisipasi Nuklir Korea Utara, Amerika Luncurkan Senjata Rahasia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berbicera dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Kim telah menyerukan militer harus siap untuk me-mount serangan pre-emptive terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berbicera dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Kim telah menyerukan militer harus siap untuk me-mount serangan pre-emptive terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. REUTERS/KCNA

    TEMPO.COWashington - Amerika Serikat dilaporkan telah meluncurkan senjata rahasia yang berbentuk seperti bola golf, yang mengambang di air. Peluncuran tersebut sebagai bagian dari gerakan untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara.

    Washington telah mengirim suatu benda aneh yang disebut sebagai radar X-Band (SBX) dari Pearl Harbour di Hawaii ke lokasi yang dirahasiakan di lepas pantai rahasia.

    Sistem radar seberat 50 ribu ton, dengan struktur yang mirip dengan rig minyak, itu disebut mampu mendeteksi dan kemudian mengarahkan roket untuk mencegat rudal.

    Seperti dilansir Daily Mail pada Rabu, 2 November 2016, penduduk setempat di Hawaii menyaksikan benda yang dibuat dengan menghabiskan dana sekitar US$ 900 juta tersebut berlayar.

    Radar setinggi 280 kaki itu dikatakan begitu kuat untuk dapat mendeteksi barang-barang kecil, seperti bisbol, yang bergerak melalui udara dari ratusan mil jauhnya. Radar itu juga memiliki kemampuan mendeteksi rudal yang ditembakkan hingga 2.000 kilometer jauhnya.

    Sementara itu, seorang pejabat militer Korea Selatan mengatakan radar laut Amerika bernama X-Band (SBX) telah dikirim ke lokasi yang dirahasiakan dari Semenanjung Korea selama satu bulan, setelah berangkat dari Hawaii, pada akhir September. Lalu, radar itu kembali berlayar ke pelabuhan asalnya pada akhir Oktober.

    Serangkaian uji coba nuklir Korea Utara terus dilakukan meskipun terdapat sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Korea Utara dilaporkan terus mengembangkan proses pengayaan uranium, yang memungkinkan menjalankan program secara efektif swasembada nuklir yang mampu memproduksi sekitar enam bom nuklir per tahun.

    Korea Utara telah terpukul oleh lima set sanksi PBB sejak pertama kali menguji perangkat nuklir pada 2006.

    Setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklirnya yang keempat pada Januari lalu, Dewan Keamanan mengadopsi resolusi sanksi terberat sampai saat ini, menargetkan perdagangan Korea Utara di bidang mineral, dan pengetatan pembatasan perbankan.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.