Ramalan Media Rusia: Jadi Presiden, Donald Trump Seperti JFK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden John F. Kennedy dan istrinya,  Jacqueline Kennedy, menggunakan limusin terbuka mendekati Dealey Plaza di Dallas sesaat sebelum JFK ditembak pada 22 November 1963, sekitar jam 12.30. AP/File

    Presiden John F. Kennedy dan istrinya, Jacqueline Kennedy, menggunakan limusin terbuka mendekati Dealey Plaza di Dallas sesaat sebelum JFK ditembak pada 22 November 1963, sekitar jam 12.30. AP/File

    TEMPO.CO, Moskow- Media lokal Rusia meramalkan jika calon presiden Amerika Serikat (AS)  dari partai Republik, Donald Trump menang pada pemilu 8 November, maka hidupnya akan berakhir seperti John F Kennedy (JFK).

    Surat kabar populer di Rusia, Komsomolskaya Pravda, secara mengejutkan memuat tulisan yang mengklaim bahwa akan ada reaksi negatif terhadap mantan bintang reality TV itu jika ia berhasil masuk ke Gedung Putih.

    Menggambarkan Trump sebagai agen pro Rusia artikel itu berbunyi: "Bagaimana jika 'agen' menang pada 8 November? "Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan. Saya tidak akan mengecualikan kasus pembunuhan yang menimpa JFK."

    Baca:
    Masuk Mosul, Pasukan Irak Kuasai TV ISIS Namun Tunda Operasi
    Krisis Politik, Presiden Korea Selatan Pecat Perdana Menteri
    Duterte Ajak Malaysia dan Indonesia Ikut Basmi Abu Sayyaf

    Mantan Presiden AS, JFK dibunuh oleh penembak jitu Lee Harvey Oswald ketika ia tengah berada di dalam mobil atap terbuka saat iring-iringan di Dallas, Texas, pada tahun 1963.

    Lebih lanjut artikel tersebut menuliskan bahwa lebih mudah untuk mempercayai keberadaan alien daripada presiden berikutnya AS yang tidak menganggap Rusia. Lalu surat kabar tersebut menambahkan bahwa tidak percaya jika Donald Trump bisa menjadi presiden AS ke-45.

    Ironisnya, menurut media tersebut, JFK adalah salah satu presiden AS yang tidak terlalu keras terhadap Uni Soviet pada zamannya. JFK cenderung memihak kepada Uni Soviet selama Krisis Misil Kuba.

    Trump selama kampanye kerap memuji Rusia. Pada September lalu, Trump menggambarkan Putin sebagai pemimpin yang jauh lebih hebat dari Presiden AS, Barack Obama.

    Dan selama debat Presiden , taipan properti tersebut mengatakan bahwa dia tidak mengenal Putin namun senang karena Putin memujinya. Dia menambahkan jika AS memiliki hubugan yang baik dengan Rusia, maka akan dengan mudah mengalahkan ISIS.

    Atas dasar itu, maka saingannya dari partai Demokrat, Hillary Clinton menuduh Trump menjadi boneka Rusia. Akan berbahaya bagi AS ke depannya jika Trump terpilih jadi presiden.

    THE SUN|DAILY EXPRESS.UK|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?