Tentara dan Polisi Perkosa Korban Penculikan Boko Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 21 gadis Chibok usai dibebaskan Boko Haram, di Abuja, Nigeria, 13 Oktober 2016. Pada April 2014, Boko Haram telah menculik lebih dari 270 perempuan di asrama sekolah wilayah utara negara. AP Photo

    Sebanyak 21 gadis Chibok usai dibebaskan Boko Haram, di Abuja, Nigeria, 13 Oktober 2016. Pada April 2014, Boko Haram telah menculik lebih dari 270 perempuan di asrama sekolah wilayah utara negara. AP Photo

    TEMPO.COAbuja - Tentara dan polisi Nigeria dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan korban penculikan Boko Haram yang berhasil melarikan diri. Hal tersebut diungkapkan oleh organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), pada Senin, 31 Oktober 2016.

    HRW mencatat terdapat 43 kasus pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan dan eksploitasi yang didokumentasikan sejak Juli, yang dilakukan pejabat berwenang, tentara, dan polisi Nigeria. HRW menyatakan pelecehan itu dilakukan terhadap perempuan dewasa dan remaja yang ditempatkan di tujuh kamp di Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno, lokasi pemberontakan Boko Haram dimulai. 

    "Ini memalukan karena orang-orang yang seharusnya melindungi para perempuan tersebut justru menyalahgunakan mereka," kata Mausi Segun, peneliti senior Nigeria di HRW, seperti dikutip dari BBC, 1 November. 

    Baca: 
    Siarkan Ali Khamenei Selfie, Direktur TV di Mesir Undur Diri
    Skandal Politik Korsel, Pria Ini Bawa Excavator ke Kejaksaan
    Ibu dan 2 Anaknya Asal Suriah Tewas dalam Freezer di Denmark

    HRW mengungkapkan, berdasarkan laporan para korban, empat di antaranya mengaku dibius lalu diperkosa. Tiga puluh tujuh lainnya mengatakan mereka dipaksa melakukan hubungan seks melalui janji-janji pernikahan palsu, pemberian materiil, serta bantuan keuangan.

    Seorang gadis 17 tahun mengatakan dia diperkosa oleh seorang polisi yang mendekatinya di sebuah kamp. "Suatu hari ia memaksa berhubungan seks dengan saya. Saya menolak, tapi dia terus memaksa saya," ujarnya.

    Lalu, ketika mengetahui bahwa dia hamil, gadis itu lantas meminta pertanggungjawaban pelaku. Namun dia justru diancam akan dibunuh jika mengungkapkan kepada orang lain.

    Dalam laporannya, HWR juga menyatakan bahwa pasokan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang terbatas di kamp-kamp membuat para penghuni rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi. "Dalam beberapa kasus, orang menggunakan jabatan untuk memberikan makanan yang sangat dibutuhkan atau barang-barang lainnya agar bisa berhubungan seks dengan wanita," tutur Segun.

    Pejabat Nigeria menolak mengomentari laporan HRW tersebut ketika dimintai konfirmasi.

    Sebanyak 20 ribu orang tewas dan lebih dari 2 juta orang mengungsi sejak Boko Haram melancarkan pemberontakan di timur laut Nigeria pada 2009. Operasi militer oleh Nigeria dan negara-negara lain di kawasan itu telah merebut kembali banyak wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok militan bersenjata tersebut.

    BBC | DW | HUFFINGTON POST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.