Kenya Mengecat Seluruh Rumah Ibadah Jadi Kuning, Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gereja di Kenya yang di cat bewarna kuning. cnn.com

    Gereja di Kenya yang di cat bewarna kuning. cnn.com

    TEMPO.CO, Nairobi- Dalam mempromosikan kerukunan antar umat beragama, rakyat di Kenya mengecat semua rumah ibadah terutama gereja dan masjid dengan warna kuning.

    Warna kuningpun terlihat di bangunan ibadah yang ada  di daerah kumuh Kibera hingga ke pantai Mombasa. Warna kuning dinilai sebagai lambang pemersatu.

    Proyek mempromosikan kerukunan antar umat beragama yang disebut Warna dalam Iman, merupakan upaya untuk mempersatukan komunitas-komunitas agama di Kenya. Ide ini dipelopori oleh seniman Amerika, Yazmany Arboleda dan rekannya dari Kenya, Nabila Alibhai.

    Baca:
    Abu Sayyaf Kumpulkan Rp 95,1 Miliar dari Penculikan 
    Hall of Fame Donald Trump Dihancurkan Pria Berkapak

    Sebanyak sembilan masjid dan gereja telah dicat warna kuning di Kenya. Arboldeda mengatakan empat puluh rumah ibadah lainnya telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek ini.

    Arboleda juga mengatakan tujuan utama proyek Warna dalam Iman adalah untuk membuat orang-orang yang berbeda agama bekerjasama dalam ruang suci mereka.

    Pemuka agama di Kenya menyatakan rasa terimakasihnya atas prakarsa mempersatukan semua umat beragama. "Bagi saya, kuning adalah warna matahari dan matahari menyinari semua orang, tanpa memandang asal usul," kata Uskup Rose Mungafu, seperti yang dilansir CNN pada 27 Oktober 2016.

    Uskup Mungafu menambahkan bahwa dengan memberi warna yang sama kepada setiap bangunan, menunjukan bahwa tidak ada yang memisahkan setiap manusia dan itu menujukan persaudaraan sejati.

    Kenya secara historis merupakan negara yang memiliki keberagaman agama, terutama Kristen dan Islam. Namun akhir-akhir ini terpecah dengan munculnya kelompok teror al-Shabaab.

    Kelompok teror al-Shabaab sering menargetkan serangan terhadap umat Kristen, seperti serangan terhadap Garissa University College tahun lalu yang menewaskan 148 orang. Banyak dari mereka yang tewas adalah siswa yang sedang mengikuti ibadat pagi.
    CNN|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?