Kesal Dipaksa Poligami, Pria Ini pun Memotong Organnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CODubai - Seorang pria keturunan Asia berusia 26 tahun di Uni Emirat Arab nekat memotong kemaluan sendiri setelah tidak tahan desakan anggota keluarganya yang ingin dia menikah lagi.

    Pria yang telah menikah dan memiliki dua anak itu langsung dilarikan ke rumah sakit oleh saudara lelakinya bersama organ yang dipotong itu. Insiden ini terjadi beberapa hari lalu.

    Konsultan dan Kepala Departemen Urologi Rumah Sakit Al Qasimi, Sharjah, Dr Younis Al Shamsi, yang melakukan operasi selama tiga jam, mengatakan organ pria yang tak disebutkan namanya itu bisa disambung kembali.

    "Saya telah melakukan sejumlah operasi pada organ laki-laki itu. Tapi kasus ini sangat aneh dan langka karena organ yang sudah dipisahkan dari tubuh, dibawa ke kami dalam kantong plastik," kata Al Shamsi, seperti dilansir Gulf News, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Al Shamsi mengatakan pria itu kini semakin baik. Tapi ada kemungkinan dia menderita masalah mental yang mendorongnya bertindak demikian.

    Menurut Al Shamsi, insiden terjadi ketika orang tua pria itu memaksanya menikah lagi, meskipun si pria sudah memiliki istri yang menetap di negara asal mereka. Dia mengaku mencintai istri dan kedua anaknya sehingga tidak tega menikah lagi.

    Ketika keluarga terus memaksanya, dalam keadaan marah, pria itu mengambil pisau dan memotong kemaluan sendiri.

    Pada awalnya, ia menolak menjalani operasi, tapi kemudian setuju setelah dibujuk dokter dan saudara lelakinya.

    Kejadian tersebut dilaporkan ke polisi Sharjah dan ia akan diinterogasi setelah diizinkan meninggalkan rumah sakit.

    Pemotongan terhadap alat kelamin pria sering terjadi akhir-akhir ini. Bulan lalu, seorang pria Vietnam memotong penis selingkuhan istrinya. Beruntung, tim dokter di Rumah Sakit Umum Bac Giang berhasil menyambung kembali organ reproduksi pria itu setelah operasi selama 12 jam.

    GULF NEWS | EXPRESS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.