Pembunuh Brutal 2 WNI di Hong Kong Merekam Kekejamannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rurik George Caton Jutting (29 tahun) yang berkewarganegaaran Inggris, dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. Polisi menemukan mayat korban yang diduga WNI dalam sebuah koper di balkon apartemennya. AP /Apple Daily

    Rurik George Caton Jutting (29 tahun) yang berkewarganegaaran Inggris, dikawal dalam mobil polisi sebelum menghadiri pengadilan di Hong Kong, 3 November 2014. Polisi menemukan mayat korban yang diduga WNI dalam sebuah koper di balkon apartemennya. AP /Apple Daily

    TEMPO.COHong Kong - Sidang perdana kasus pembunuhan terhadap dua wanita Indonesia di Hong Kong digelar kemarin. Terdakwa adalah Rurik Jutting, yang melakukan pembunuhan terhadap Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih pada November 2014.

    Jaksa menuduh Jutting melakukan pembunuhan terhadap dua wanita secara brutal dan mengerikan. Setelah menyiksa korban selama tiga hari, memperkosa, dan membunuhnya, "dia kemudian mengabadikan kekejaman itu dalam video," kata jaksa John Reading saat membacakan dakwaannya, seperti dilansir Standard Hong Kong pada 25 Oktober 2016.

    Baca:
    Ayah Sumarti Ingin Rurik Jutting Dihukum Mati  
    Jutting Ternyata Suka Mem-bully Tamu di Bar  

    Menurut Reading, tidak ada alasan untuk tidak memutus bersalah Jutting dalam perkara penganiayaan dan pembunuhan brutal ini. 

    Hakim Micheal Stuart-Moore berpendapat, dalam kasus ini, terdapat aspek kekerasan dan penyiksaan yang kejam. "Kasus ini sangat mengerikan. Salah satu korban mengalami kekerasan seksual dan penyiksaan yang kejam sebelum dibunuh," ujarnya.

    Moore menambahkan, pengadilan akan berjalan secara adil. "Juri akan menilai kasus ini dari apa yang dilihat dan didengar berdasarkan bukti yang tersedia. Meski demikian, Jutting tetap berhak atas pengadilan yang adil," tuturnya.

    Sidang terhadap kasus pembunuhan oleh Jutting berlangsung di pengadilan Hong Kong dan diperkirakan akan berlangsung selama 2-3 pekan. Sementara persidangan berlangsung, anggota dari Asian Migrants Coordinating Body (AMCB) melakukan protes di luar pengadilan. Mereka menuntut pengadilan yang cepat dan adil serta meminta pemerintah Indonesia memberikan kompensasi bagi keluarga korban.

    Jutting bekerja di Bank of America Merril Lynch di Hong Kong. Dia alumni Universitas Cambridge. 

    CNN | STANDARD HONG KONG | REZA SYAHPUTRA | MR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.