Kelompok Militan Serang Akademi Kepolisian Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Quetta - Kelompok militan Pakistan menyerang akademi kepolisian di Quetta yang terletak di sebuah kota bagian barat Pakistan pada Senin malam, 24 Oktober 2016. Saat ini sebuah operasi keamanan besar tengah berlangsung untuk mengamankan lokasi setelah serangan tersebut.

    Berdasarkan dari beberapa laporan, sejumlah orang, termasuk calon polisi, terluka setelah para penyerang memasuki gedung dan menembaki akademi itu. Para otoritas setempat mengatakan setidaknya ada enam orang bersenjata dari kelompok militan yang menyerbu kampus.

    Penyerangan terjadi sekitar 11.20 malam waktu setempat. Pasukan Pakistan, yang didukung oleh Frontier Corps, ikut ambil bagian dalam operasi keamanan. Pejabat di rumah sakit sipil Quetta mengatakan ada dua puluh orang terluka.

    Zarak Khan, seorang tim penyelamat dari Edhi foundation, mengatakan tim penyelamat baru berhasil mengumpulkan petugas keamanan yang terluka saat mencoba melawan penyerang yang masuk ke kompleks. "Kami masih belum bisa mendapatkan akses ke dalam," katanya.

    Selain itu, Zarak mengatakan jarak yang jauh, yaitu sekitar 14 kilometer, antara asrama dan rumah sakit Quetta menghambat upaya penyelamatan. Sedangkan salah satu calon perwira muda mengatakan ia melihat dua orang masuk ke asramanya. Mereka menyerang dengan tembakan yang membabi buta.

    "Wajah mereka ditutupi dan mereka memiliki senjata di tangan mereka," katanya. "Saya segera menyelamatkan diri dengan cara bergegas ke atap dan melompat keluar dari sana."

    Aakbar Sayal, pejabat di Balochistan, mengatakan militer dan pasukan keamanan sudah berada di tempat kejadian, tapi mereka tidak bisa melaporkan keadaan terkini. Pasalnya, layanan telepon seluler di wilayah Saryab diacak tak lama setelah serangan itu.

    BBC.COM | THE GUARDIAN | LARISSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.