Dua Lagi Pekerja Kemanusiaan Sri Lanka Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kolombo: Kelompok bantuan internasional Aksi Melawan Kelaparan (Action Contre la Faim/ACF) Selasa (8/8) lalu mengumumkan penemuan dua lagi mayat anggota stafnya yang menjadi korban pertempuran antara pasukan pemerintah Sri Lanka dan pemberontak Macan Tamil Eelam di Kota Muttur, Sri Lanka. Pertempuran kemarin berlanjut di Distrik Polonnaruwa, yang menewaskan seorang penduduk.Sebelumnya, ACF menemukan 15 anggota staf lokalnya terbunuh di Muttur, Jumat lalu. Organisasi kemanusiaan dari di Prancis itu mengumumkan kedua mayat ditemukan di kota yang sama. Setelah kejadian ini, ACF, yang ikut membantu pembangunan kembali daerah korban tsunami 2004, mengumumkan penghentian operasi di kawasan itu. Belum bisa dipastikan siapa yang membunuh para pekerja bantuan itu. Konsorsium Lembaga-lembaga Kemanusiaan, organisasi independen yang menemukan mayat-mayat para anggota staf lokal itu, mengatakan mereka ditembak dari jarak dekat.Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengutuk pembunuhan para pekerja itu. "Ini adalah serangan sengaja terhadap organisasi kemanusiaan yang sedang menjalankan tugas mulia untuk masyarakat di Muttur," kata Yvonne Dunton, Kepala Kantor ICRC di Trincomalee. Pertempuran antara pemberontak Tamil dan pasukan pemerintah kemarin masih berlanjut di Desa Morawewa, Distrik Polonnaruwa. Kementerian Pertahanan Sri Lanka mengungkapkan, seorang penduduk tewas dan tiga lainnya luka akibat serangan gerilyawan Macan Tamil. Tentara membalas, tapi belum ada laporan tentang korban di pihak Macan. Pertempuran yang sejak 26 Juli pecah untuk memperebutkan kanal irigasi di Distrik Trincomalee telah menewaskan 440 orang. Pertempuran ini merupakan yang paling sengit sejak gencatan senjata ditandatangani pada Februari 2002. AP | AFP | YANTO MUSTHOFA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.