Junko Tabei, Wanita Pendaki Everest Pertama Dunia Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Junko Tabei. japantimes.co.jp

    Junko Tabei. japantimes.co.jp

    TEMPO.COTokyo - Junko Tabei, wanita pertama yang mencapai puncak tertinggi dunia Gunung Everest, meninggal dunia pada usia 77 tahun. Seperti dilansir CNN pada Senin, 24 Oktober 2016, Tabei meninggal pada Kamis lalu di sebuah rumah sakit di pinggiran Kota Tokyo.

    Dalam perjalanan karier petualangannya, Junko Tabei tercatat sebagai wanita pertama yang menaklukkan puncak Everest pada 1975 saat berusia 35.

    Tabei telah mendaki lebih dari 150 gunung di tujuh benua. Gunung-gunung itu di antaranya Gunung Kilimanjaro di Afrika, Gunung Denali di Amerika Utara, Pegunungan Elbrus di Eropa, Gunung Aconcagua di Afrika Selatan, Pegunungan Carstensz di Australia, Pegunungan Vinson di Antartika, dan Gunung Everest di Asia.

    Baca: 
    Merasa Ditipu, Wanita Ini Gugat KFC Bayar Rp 260,7 Miliar
    Ratu Inggris Cari Penulis Pesan Ucapan Selamat, Berminat?

    Filosofi hidup yang dipegangnya adalah dia ingin hidup untuk sepenuhnya. "Saya ingin mendaki lebih banyak gunung," katanya pada 1991 saat wawancara bersama AP. "Renungkan, itu luar biasa. Kemudian kita akan mati."

    Wanita yang lahir pada 1939 di Miharu, sebuah perkampungan pertanian di Fukushima, ini mendaki pertama kali bersama gurunya saat kelas IV di sekitaran Gunung Nasu.

    Sebagai langkah untuk mengubah pandangan lama dan telah didukung suaminya, Tabei mendirikan sebuah klub pendaki perempuan pertama di Jepang pada 1969. Klub ini bertujuan mengubah pandangan terhadap wanita Jepang yang tertutup dan harus mengurus rumah. 

    "Banyak pria Jepang dalam generasi saya menganggap wanita tinggal di dalam rumah dan menjaga kebersihan rumah," ujar ibu dua anak ini dalam wawancara pada 1991.

    Pada 1992, dia menjadi wanita pertama yang menyelesaikan "Seven Summits" dan telah mencapai puncak tertinggi di tujuh benua. 

    REZA SYAHPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.