ISIS Tembak Mati 284 Pria dan Bocah di Mosul, Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan kembali ke desa mereka setelah dibebaskan dari militan ISIS di selatan Mosul, Irak 21 Oktober 2016. REUTERS

    Warga berjalan kembali ke desa mereka setelah dibebaskan dari militan ISIS di selatan Mosul, Irak 21 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Mosul - ISIS mengeksekusi dengan cara menembak mati 284 laki-laki, termasuk beberapa bocah laki-laki di Mosul, Irak. Eksekusi itu dilakukan di kampus College of Agriculture di sebelah utara Mosul pada hari Kamis dan Jumat, 20-21 Oktober 2016.

    ISIS menggunakan buldoser untuk menguburkan jasad seluruh korban yang dieksekusi dalam satu kuburan di dalam kampus tersebut. Mosul merupakan benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak. ISIS menguasai Mosul pada 2014.

    Baca:
    Hillary Clinton Terbanyak Terima Dana dari Ekstremis
    Milisi Bersenjata Menyusup di Antara Pengungsi Aleppo
    Makin Terdesak, Kelompok Militan ISIS di Mosul Menyamar Jadi Wanita

    Eksekusi mati 284 pria itu diungkapkan oleh seorang sumber kepada CNN. Seluruh korban yang dieksekusi digunakan sebagai perisai menghadapi serangan pasukan Irak dan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat untuk merebut kembali Mosul dari ISIS.

    Eksekusi mati 284 penduduk sipil terjadi sehari setelah PBB menyatakan keprihatinannya terhadap laporan bahwa ISIS akan menggunakan penduduk sipil di sekitar Mosul sebagai perisai untuk menghadapi serangan bertubi-tubi dari pasukan Irak dan koalisi.

    Komisioner Tinggi untuk HAM PBB, Zeid Ra'ad AL Hussein, mengatakan perempuan, anak-anak, dan laki-laki, khususnya kelompok minoritas etnis atau agama, sangat berisiko menjadi target ISIS.

    "Milisi ISIS tidak hanya akan menggunakan orang-orang yang rentan sebagai perisai, tapi juga membunuh mereka ketimbang menyaksikan mereka dibebaskan," kata Zeid mengutip Ibtimes.com, 22 Oktober 2016.

    Perang untuk merebut kembali Mosul dari ISIS disuarakan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada awal pekan ini. Pasukan Irak mendapat dukungan dari pasukan Kurdi, pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan milisi Syiah. Mosul merupakan kota kedua terbesar di Irak setelah Bagdad.

    CNN | IBTIMES.COM | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.