JK Berharap Hillary Clinton Memenangi Pemilu AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut mencermati proses pemilihan presiden Amerika Serikat yang sedang berlangsung tahun ini. Dari dua kandidat Presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump, JK lebih berharap agar Hillary yang terpilih jadi Presiden Amerika Serikat.

    "Seluruh dunia berharap Hillary Clinton yang menang, bukan hanya Indonesia," kata JK, Jumat, 21 Oktober 2016, di kantor Wapres, Jakarta. JK mengatakan pernyataan tersebut ketika menjawab pertanyaan mengenai kandidat presiden AS yang akan menguntungkan bagi hubungan Indonesia dan Amerika.

    Pemilu presiden AS diikuti dua kandidat, Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat. Pemilihan presiden ini akan berlangsung pada 8 November mendatang. Perseteruan mencapai kursi nomor satu Negeri Paman Sam ini berjalan ketat. Saling serang antar kandidat berlangsung panas ketika sesi debat kandidat yang disiarkan secara langsung.

    Dalam debat pada Rabu lalu, Trump menolak memberi pernyataan soal apakah dia akan menerima hasil pemilu jika kalah dalam pemilihan presiden. "Saya akan melihat-lihat dulu," kata Trump menjawab pertanyaan moderator, Chris Wallace dari Fox News.

    Dia mengatakan media sangat tidak jujur dan sangat korup dan jumlahnya sangat menakjubkan. "Menurut saya para pemilih melihat melalui itu. Saya akan katakan pada waktunya. Saya akan biarkan Anda tegang, OK?" ujar Trump.

    Sementara Hillary langsung menyatakan penolakan Trump untuk mengaku kalah menjadi ancaman bagi demokrasi. Trump juga selalu mengelak jika tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. "Ini mengerikan. Setiap kali Donald berpikir keadaan yang terjadi tidak sesuai ke arahnya, ia mengklaim itu dimanipulasi untuk melawan dia,” kata Clinton membalas pernyataan Trump. Clinton mengatakan saat Trump kalah dalam Kaukus Iowa, primari di Wisconsin, Trump merasa dirinya dicurangi oleh Partai Republik.

    JK mengatakan jika membaca komentar-komentar soal pemilihan presiden AS akan terlihat bahwa mayoritas masyarakat dunia menginginkan Hillary Clinton yang terpilih menjadi Presiden AS. "Saya kira yang senang Trump menang cuma satu negara, Rusia," kata JK.

    AMIRULLAH | NEW YORK POST | AMMY HETHARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.