Madonna Beri "Hadiah" Bagi Pemilih Hillary Clinton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang diunggah oleh Madonna di akun Twitternya sebagai ungkapan dukungannya terhadap calon presiden AS Hillary Clinton. Twitter.com

    Foto yang diunggah oleh Madonna di akun Twitternya sebagai ungkapan dukungannya terhadap calon presiden AS Hillary Clinton. Twitter.com

    TEMPO.CO, New York -Ratu pop dunia Madonna, 58 tahun, bercanda menawarkan hadiah istimewa bagi siapa saja yang memberikan suaranya kepada calon presiden Amerika Serikat Hillary Clinton dalam pemilihan presiden tanggal 8 November mendatang.

    Madonna merupakan pendukung setia Clinton dan berharap jagoannya itu menang dalam pemilihan presiden AS dan mengalahkan Donald Trump yang didukung partai Republik.

    Baca:
    Skandal Donald Trump:Kata 10 Wanita yang Mengaku Dilecehkan
    Kalender Rusia 2017 Tampilkan Sisi Lembut Vladimir Putin

    "Jika kamu memberikan suara untuk Hillary Clinton Saya akan berikan kamu hadiah seks," katanya dengan bercanda. Madonna di tengah kerumuman pembukaan acara komedian Amy Schumer di Madison Square Garden, New York, pada hari Selasa, 18 Oktober 2016.

    Setelah itu Schumer naik ke panggung dan Madonna pun mengebrak panggung.

    Pernyataan Madonna kemudian mendapat berbagai tanggapan di media sosial. "Madonna tawarkan hadiah untuk pemilih Hillary di panggung Amy Schumer dan orang-orang khawatir Donald Trump jadi seekor babi," kata Greg Bucceroni sinis di akun Twitternya.

    Madonna pendukung Clinton, kandidat presiden AS dari partai Demokrat, mengunggah sejumlah foto-fotonya bersama Clinton di akun Twitternya.

    "Hidup bersama Hillary! Yes, saya memilih demi kecerdasan. Saya memilih demi kesetaraan hak bagi perempuan dan seluruh minoritas," kata Madonna di akun Twitternya.

    HUFFINGTON POST | RUSSIA TODAY | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.