Pakistan Tahan Dua Orang Penyebar Propaganda ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan anti-teror saat berlatih penanggulangan terorisme di SMA Elizabeth, Peshawar, Pakistan, 2 Februari 2016. Latihan ini dilakukan menyusul serangan militan di Universitas Bacha Khan yang menewaskan 21 orang pada bulan lalu. REUTERS/Fayaz Aziz

    Pasukan anti-teror saat berlatih penanggulangan terorisme di SMA Elizabeth, Peshawar, Pakistan, 2 Februari 2016. Latihan ini dilakukan menyusul serangan militan di Universitas Bacha Khan yang menewaskan 21 orang pada bulan lalu. REUTERS/Fayaz Aziz

    TEMPO.COIslamabad - Polisi Pakistan menahan dua orang yang diduga menyebarkan pamflet seruan mengikuti jejak Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Peshawar. Keterangan tersebut disampaikan pejabat setempat kepada media, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Pada September 2016, militer mengatakan pihaknya telah menahan sekitar 300 orang simpatisan ISIS yang akan melakukan penyerangan terhadap fasilitas pemerintah, diplomatik, dan menyasar warga sipil.

    Penahanan terhadap dua tersangka penyebar propaganda ISIS pada Selasa, 18 Oktober 2016, terkait dengan operasi keamanan di beberapa lokasi di Peshawar, termasuk terhadap militan ISIS di sana.

    "Beberapa kawasan di Provinsi Peshawar, seperti di Tehskal, Palosai, Charsadda Road, dan Regi, dikenal sebagai tempat persembunyian kaum militan, termasuk ISIS," ucap kepala kepolisian setempat Ishtiaq Ahmed kepada Reuters.

    Pejabat kepolisian lain yang enggan disebut namanya mengatakan dua orang lainnya lolos dari penyergapan petugas keamanan.

    "Saat ini, tumbuh ketakutan di beberapa wilayah Pakistan karena menjadi tempat persemaian militan yang bisa bergabung ke ISIS, seperti yang terjadi di negara tetangga Afganistan," tulis Al Arabiya, Rabu, 19 Oktober 2016.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.