Saran Obama untuk Donald Trump: Berhenti Merengek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama menyapa para petugas sebelum memberikan hak suaranya untuk Pilpres AS 2016 di kantor wilayah pemungutan suara di Chicago, Illinois, AS, 7 Oktober 2016. REUTERS

    Presiden AS Barack Obama menyapa para petugas sebelum memberikan hak suaranya untuk Pilpres AS 2016 di kantor wilayah pemungutan suara di Chicago, Illinois, AS, 7 Oktober 2016. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memberikan tanggapan terhadap pernyataan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, yang merasa dicurangi oleh lawan politiknya, Hilary Clinton, dalam pemilihan presiden mendatang.

    "Saya menyarankan kepada Tuan Trump untuk berhenti merengek," kata Obama seperti dikutip BBC, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Obama mengatakan baru kali ini dia melihat ada seorang calon presiden Amerika mencoba mendiskreditkan hasil pemilihan, sementara pemilihan itu sendiri belum dilangsungkan.

    "Dia tidak benar-benar menunjukkan kepemimpinan dan ketangguhan layaknya seorang presiden jika mulai merengek sebelum permainan," ujarnya.

    Obama juga menyinggung perihal sanjungan yang kerap dilontarkan Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut dia, model kebijakan dan pendekatan politik kepada Putin belum pernah terjadi sebelumnya.

    Beberapa kali Trump menyatakan kekagumannya terhadap Putin. Bahkan, dia menyampaikan, akan mempertimbangkan kunjungan ke Rusia sebelum resmi menjabat, jika terpilih sebagai presiden.

    "Jika saya menang pada 8 November 2016, saya bisa melihat diri saya bertemu Putin sebelum dimulainya pemerintahan," kata Trump dalam sebuah acara di radio, beberapa waktu lalu.

    BBC | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.