Pilot Air China Salah Baca Sandi, Pesawat Terbang Salah Arah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Air China menunggu pesawat China Southern yang akan mendarat di bandara internasional Beijing (12/4). REUTERS/David Gray

    Pesawat Air China menunggu pesawat China Southern yang akan mendarat di bandara internasional Beijing (12/4). REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Beijing - Pesawat maskapai Air China terbang ke arah yang salah setelah lepas landas dari Bandara Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina barat daya. Awalnya, pesawat yang terbang pada Minggu pagi, 16 Oktober 2016, itu bertujuan Lhasa, Tibet, tapi menyimpang dari lintasan dan terbang ke arah sebaliknya.

    Seperti dilansir South China Morning Post hari ini, 18 Oktober 2016, awalnya, Pusat Kontrol Lalu Lintas Udara Bandara Chengdu telah memberikan sandi penerbangan kepada kru, tapi pesawat tersebut menuju arah berlawanan.

    Pilot pesawat dengan nomor penerbangan CA4401 itu kemudian menyadari kesalahan rute penerbangan. Pilot pun menghubungi Pusat Kontrol Lalu Lintas Udara dan menjadwalkan ulang sandi pesawat.

    Tidak dijelaskan berapa lama pilot baru menyadari kesalahan yang dilakukannya. Situs pelacakan penerbangan online, Flightradar24, turut mendeteksi rute penerbangan pesawat itu menyimpang dari lintasannya.

    Menanggapi insiden salah rute ini, manajemen Air China telah mengeluarkan surat peringatan kepada pilot tersebut. Insiden ini terjadi sepekan setelah pengendali lalu lintas udara di Bandara Internasional Shanghai Hongqiao menginstruksikan pesawat China Eastern Airlines yang lepas landas bersamaan dengan jet lain. Kesalahan itu hampir menyebabkan dua pesawat berbenturan.

    Bandara Internasional Chengdu Shuangliu adalah bandara keempat tersibuk di Cina, di belakang Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.

    SOUTH CHINA MORNING POST | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.