Bebaskan Mosul dari ISIS, Tentara Irak-Kurdi Unggul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan pasukan Peshmerga memasuki kawasan sisi timur Mosul, Irak, 15 Oktober 2016. Pasukan Peshmerga bersiap melancarkan serangan ke kota terakhir di Irak yang masih dikuasai militan ISIS. REUTERS

    Rombongan pasukan Peshmerga memasuki kawasan sisi timur Mosul, Irak, 15 Oktober 2016. Pasukan Peshmerga bersiap melancarkan serangan ke kota terakhir di Irak yang masih dikuasai militan ISIS. REUTERS

    TEMPO.COBagdad - Pasukan pemerintah Irak bersama pasukan Kurdi sedikit demi sedikit berhasil menguasai wilayah dalam operasi pembebasan Mosul dari kekuasaan ISIS yang dimulai hari ini, Senin, 17 Oktober 2016. Menurut jurnalis BBC, yang mengikuti pertempuran bersama unit tank Kurdi, mereka telah mendekati posisi ISIS. "Dalam beberapa jam pertama operasi, tentara Kurdi telah menduduki beberapa desa," tulis BBC.    

    Televisi pemerintah menayangkan pengumuman dimulainya serangan militer untuk mendorong ISIS keluar dari kota terbesar kedua Irak tersebut, Senin pagi. ISIS merebut Mosul pada Juni 2014. Pasukan Irak dan pejuang Kurdi dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan sejak Senin pagi.

    "Kekuatan ini (pasukan Irak dan Kurdi) yang membebaskan Anda hari ini. Mereka memiliki satu tujuan di Mosul, yaitu menyingkirkan Daesh (sebutan lain untuk ISIS) dan mengamankan martabat Anda," kata Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, yang mengenakan seragam pasukan elite kontra-terorisme dan diapit perwira militer senior.

    "Insya Allah, kita akan menang," ujar Al-Abadi, seperti dikutip Time, Senin, 17 Oktober 2016. Pembebasan Mosul merupakan operasi militer terbesar sejak pasukan Amerika Serikat meninggalkan negeri itu pada 2011. 

    Pasukan Irak telah berkumpul di sekitar kota pada beberapa hari terakhir. Termasuk anggota pasukan elite khusus yang memimpin pasukan ke Mosul.

    Berbagai kalangan mengkhawatirkan nasib jutaan warga sipil yang masih terjebak di dalam Mosul. Apalagi ISIS bisa saja menggunakan mereka sebagai perisai manusia.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan operasi militer bakal menimbulkan 200 ribu hingga 1 juta pengungsi. Padahal kamp-kamp pengungsi hanya mampu menampung 100 ribu orang.

    Operasi militer melibatkan sekitar 30 ribu pasukan pro-pemerintah. Serangan utama dipimpin angkatan bersenjata Irak. Sekitar 4.000 pejuang Kurdi berusaha membersihkan desa-desa di timur Mosul agar tentara bisa bergerak masuk. 

    Adapun personel operasi khusus Amerika Serikat memberikan saran kepada pasukan di lapangan. Pasukan elite kontra-terorisme Irak akan bergabung dengan operasi dalam beberapa hari mendatang. Sedangkan jumlah milisi ISIS di Mosul diperkirakan mencapai 4.000-8.000 orang.

    TIME | BBC | AKHMAD MUSTAQIM | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.