Wanita di India Dilarang Miliki dan Gunakan Telepon Seluler

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan handphone. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menggunakan handphone. shutterstock.com

    TEMPO.COUttar Pradesh - Jika di sini telepon seluler maupun ponsel pintar bebas dimiliki siapa saja, di India ternyata ada aturan khusus. Tepatnya di beberapa wilayah di India, ada aturan yang melarang wanita menikah dan yang belum menikah memiliki dan menggunakan telepon seluler tipe apa pun.

    Daerah yang melarang wanita menikah dan belum menikah menggunakan telepon seluler itu terdapat di beberapa desa di sejumlah negara bagian di India. Dewan desa sampai-sampai membuat dekrit yang melarang wanita menikah dan wanita yang belum menikah memiliki telepon seluler. 

    Baca: 
    Dikritik Istri, Presiden Nigeria: Dia Selayaknya di Dapur
    Perusahaan Ini Jual Fashion Khusus Jasad agar Tampil Keren
    Goda Pramugari, Pria Ini Diusir Keluar dari Pesawat

    Apa alasannya? Ram Sanhaiya, warga Desa Laipur di negara bagian Uttar Pradesh, mengatakan berbahaya jika wanita diberi telepon seluler. "Anak-anak perempuan lebih rentan mempermalukan diri mereka sendiri. Perempuan harus dilarang berbicara menggunakan telepon sebisa mungkin," kata Sahaiya seperti dikutip dari New York Times, 14 Oktober 2016. 

    "Mereka mulai berbicara dan berikutnya kamu akan menikah atau lari dengan laki-laki itu," ujar Balbir, seorang ayah yang tegas melarang anak perempuan memiliki telepon seluler.

    Balbir mengatakan dia memberikan ponsel kepada anak laki-lakinya, tapi tidak untuk anak perempuannya. Sekalipun ia paham ponsel justru meningkatkan keselamatan keluarganya. 

    "Jika seorang anak perempuan berjalan di jalan sambil bermain musik dari ponselnya, apa yang orang akan pikirkan? Mereka akan katakan anak perempuan ini tak santun," tutur Balbir. 

    Di India, lebih dari 114 juta pria dan wanita memiliki ponsel. Namun situasinya memburuk dengan ketidaksetaraan gender yang dalam. Ponsel umum digunakan untuk mencari pekerjaan, perbankan, pendidikan, memesan tiket pesawat atau kereta api, dan berhubungan dengan pemerintah.

    Situasi yang tak setara dalam penggunaan ponsel antara pria dan wanita membuat sejumlah kelompok peduli telekomunikasi dan LSM berusaha mencari jalan keluar, di antaranya memberikan akses gratis Internet atau layanan panggil berbiaya murah khusus kepada perempuan dan kerja sama dengan pemodal UKM untuk menyediakan ponsel bekas dengan harga terjangkau. 

    NEW YORK TIMES | MARIA RITA 
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.